Kisah Suami Bunuh Istri di Tanjungpinang: Dulu, Bunuh Selingkuhan

Jumat 27-02-2026,21:46 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Polisi memeriksa korban, sudah meninggal, ada bekas benturan benda tumpul di beberapa bagian tubuh mayat. Mayat segera dikirim ke RSUD RAT Tanjungpinang untuk autopsi.

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk, Jakarta: Efek Krisis Setengah Baya

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Denpasar karena Kasihan: Kasus Altruistic Homicide

Tim polisi bergerak cepat, berpencar, memburu Nasrun. Setidaknya akan dimintai keterangan. Ketemu. Nasrun sedang naik motor menuju arah Bintan. Tepatnya di jalan lama Kabupaten Bintan mengarah ke Tanjunguban, Bintan Utara. Titik itu cukup jauh dari TKP pembunuhan.

Nasrun dihentikan polisi, ditanya-tanya soal istrinya. Ia gelagapan. Di awal pemeriksaan, Nasrun membantah membunuh istrinya. Namun, setelah didalami polisi, ia mengakui.

AKP Wamilik: ”Motifnya masih diselidiki. Tersangka Ns masih diperiksa di polres. Dari catatan kami, ia residivis kasus pembunuhan pada 2018. Ia sudah menjalani hukuman penjara.”

Polisi mengamankan barang bukti berupa kayu, kain, dan pakaian. 

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri karena Ketahuan Selingkuh: Jangan Pergi, Hatiku Padamu

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri saat Proses Cerai: Siasat Kecil Tersangka

Berdasar dokumen polisi, Nasrun membunuh selingkuhannya, Supartini. Mayatnyi ditemukan warga, Minggu, 15 Juli 2018. Terbungkus karung. Otomatis janin di kandungan ikut mati.

Polisi menyelidiki. Hasilnya, Nasrun dicurigai keras sebagai pelaku. Polisi terus mencari bukti hukum. Setelah bukti cukup, Nasrun dimintai keterangan. Awalnya ia membantah. Namun, kemudian mengakui.

Saat itu Nasrun mengaku begini: ”Dia (Supartini) yang minta untuk dibunuh. Karena dia tak kuat menanggung aib.” 

Motifnya waktu itu, Supartini hamil tiga bulan anak Nasrun. Supartini minta tanggung jawab. Maksudnya, menuntut dikawini. Nasrun menolak. Karena didesak terus, Nasrun membunuh Supartini, mayatnyi dikarungi, dibuang ke sungai. 

BACA JUGA:Problem Suami Bunuh Istri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri yang Penyanyi di Bandung

Mayat Supartini ditemukan warga mengapung (terburai dari karungnya) di sungai di bawah jembatan Dompak arah Wacopek.

Kategori :