HARIAN DISWAY - Militer Pakistan dan Afghanistan terlibat kontak senjata pasca operasi Ghazab Lil Haqq dimulai dengan serangan militer Pakistan ke sejumlah kota di Afghanistan sejak Jumat pagi, 27 Februari 2026.
Angkatan udara Pakistan membombardir kota-kota besar di Afghanistan, termasuk Kabul dan Kandahar. Disusul pernyataan "perang terbuka" dari Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif. Pagi harinya, dalam suasana bulan Ramadan, pertempuran berlanjut saat tentara Pakistan melancarkan serangan ke kamp-kamp militer Taliban dengan roket, rudal, dan mortar.
Di tengah eskalasi konflik yang kian mencekam, Pemerintah Iran secara resmi menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan antar dua negara.
Negara-negara tetangga dan kekuatan regional mulai bergerak untuk mencegah perang skala penuh di kawasan tersebut. Selain Iran, Menteri Luar Negeri Arab Saudi dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan mitranya dari Pakistan, sementara Tiongkok menyatakan tengah bekerja sama dengan kedua belah pihak sambil menyerukan agar semua pihak menahan diri.
Kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi militer signifikan. Data terbaru yang dirilis militer Pakistan menyebutkan bahwa mereka telah menewaskan 228 anggota Taliban Afghanistan (TTA), melukai 314 lainnya, serta menghancurkan 74 pos dan merebut 18 pos lawan.
BACA JUGA:Palestina Resmi Buka Kantor Penghubung dengan Board of Peace, Fokus Koordinasi Gaza
BACA JUGA:Taliban Serang Militer Pakistan di Perbatasan Afghanistan-Pakistan
Di sisi lain, Islamabad mengonfirmasi bahwa 12 tentara mereka gugur dalam mempertahankan negara dan 27 lainnya luka-luka dalam konfrontasi senjata tersebut.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan sikap keras negaranya melalui sebuah pernyataan tegas di media sosial. "Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian," tegas Khawaja Asif.
Pemandangan Kota Kabul, Afghanistan pada Jumat dini hari, 27 Februari 2026 di tengah serangan bom Pakistan-Pakistan Armed Forces-
Menanggapi gempuran tersebut, juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, sebelumnya telah mengumumkan operasi ofensif skala besar di perbatasan sebagai balasan atas pelanggaran berulang oleh militer Pakistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan sedikitnya delapan tentaranya tewas dalam serangan darat tersebut. Meski suasana mencekam dengan deru jet tempur di langit Kabul, jalanan ibu kota tampak sepi karena bertepatan dengan hari Jumat di bulan Ramadan.
BACA JUGA:Klaim Israel Boleh Caplok Wilayah Mulai Nil hingga Eufrat, Dubes AS Tuai Kecaman
Meskipun militer Pakistan terus melakukan tekanan udara, Mujahid menyatakan bahwa pihaknya masih membuka pintu diplomasi di tengah kehadiran pesawat pengintai Pakistan yang masih melintasi wilayah udara Afghanistan.
"Kami telah berulang kali menekankan solusi damai, dan masih ingin masalah ini diselesaikan melalui dialog," ujar Mujahid dalam konferensi pers di Kandahar.(*)