HARIAN DISWAY - Obat tidur sering digunakan sebagai solusi cepat bagi orang yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia.
Namun, penggunaan obat tidur secara terus-menerus, apalagi tanpa pengawasan medis, dapat menimbulkan ketergantungan.
Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan merasa tidak bisa tidur sama sekali jika tanpa mengonsumsi obat tidur.
Kondisi itu dikenal sebagai kecanduan. Atau ketergantungan obat tidur. Dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Apalagi jika tidak ditangani dengan tepat. Berikut 5 risiko utama penggunaan obat tidur yang perlu menjadi perhatian:
BACA JUGA:Sleep Hygiene untuk Insomnia, Bisa Bikin Lelap Seketika
BACA JUGA:Bukan Sekadar Bisikan: ASMR Jadi Solusi Alami untuk Insomnia
1. Memicu Ketergantungan Fisiologis dan Psikologis
Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang dapat memicu ketergantungan sehingga tubuh sulit tidur secara alami tanpa bantuan obat.-Neozone-Pinterest
Salah satu dampak paling serius dari penggunaan obat tidur jangka panjang adalah munculnya ketergantungan.
Tubuh dapat beradaptasi dengan efek obat. Sehingga seseorang membutuhkan dosis yang sama atau bahkan lebih tinggi. Demi mencapai efek tidur yang diinginkan.
Akibatnya, kemampuan tidur alami tubuh terganggu. Banyak pengguna melaporkan kesulitan tidur tanpa bantuan obat. Bahkan setelah gangguan tidur awal mereka telah teratasi.
2. Menurunkan Kualitas Tidur Alami
Tidur yang dipicu obat tidak selalu melewati siklus tidur alami secara optimal sehingga tubuh tetap terasa lelah saat bangun.-sistercity mdnpen-Pinterest
Meski efektif membantu seseorang tertidur lebih cepat, obat tidur tidak selalu menghasilkan tidur yang restoratif.
BACA JUGA:Mengenal Sleep Tourism, Liburan Sekaligus Mengatasi Insomnia
BACA JUGA:Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat Tidur
Tidur yang diinduksi obat sering kali tidak melewati siklus tidur alami secara optimal. Terutama tahap tidur dalam (deep sleep) dan REM (Rapid Eye Movement). Keduanya penting untuk pemulihan fisik dan konsolidasi memori.