Meriahnya Kirab Barongsai Sambut Cap Go Meh di Blitar, Warga Berbagi Angpau

Selasa 03-03-2026,17:49 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

BLITAR, HARIAN DISWAY - Persiapan telah dilakukan malam sebelumnya, 2 Maret 2026. Puluhan kostum barongsai berjajar di ruang depan. Memanjang berderet. Hingga memenuhi ruang tengah Kelenteng Poo An Kiong.

Sebanyak 60 pemain akan melakukan kirab budaya keesokan harinya. Dalam rangka merayakan Cap Go Meh.

Perayaan itu berlangsung pada tanggal 15 bulan pertama dalam kalender Imlek. Jika dalam Masehi, jatuh pada 3 Maret.

Daniel, ketua kelompok barongsai Poo An Kiong, tampak memberi arahan pada puluhan anggotanya.

BACA JUGA:Prosesi Thiam Kim Sin Yue Lao dan Shi Mian Fo di Poo An Kiong, Abunya Didatangkan dari Taiwan dan Thailand

BACA JUGA:Pemindahan Kim Sin dan Prosesi Thiam Warnai Ibadah Pertama di Kelenteng Poo An Kiong, Blitar

Namanya memang hanya "Daniel" saja. Tanpa nama lengkap. Ia rutin melatih para pemain barongsai dan liong-liong. Yakni tiap Selasa dan Jumat sore.


Liong-liong ketika melintasi Jalan Mawar, Blitar, dalam Kirab Barongsai, 3 Maret 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway

"Jadi, kami sudah mempersiapkan diri dengan latihan rutin itu. Stamina teman-teman juga sudah mumpuni. Siap untuk kirab sepanjang 6 kilometer," ujar pria 47 tahun itu.

Tan Swan Kiang, Ketua 1 Kelenteng Poo An Kiong mengatakan, "Kalau acara inti Cap Go Meh berlangsung pada malam hari. Kami akan mengadakan ramah tamah bersama para pengurus kelenteng, masyarakat, dan para tokoh," ujarnya.

Hal itu sesuai dengan makna "Cap Go Meh". Cap go artinya "lima belas". Sedangkan meh berarti "malam."

BACA JUGA:Pembangunan Ulang Kelenteng Poo An Kiong Blitar Rampung, Pengurus Gelar Ritual Pembersihan

BACA JUGA:Bank Jatim Sincia Run 2026, Atraksi Barongsai dan Bagi Permen dari Yuan Bao Warnai Fun Run

Maka, secara keseluruhan bermakna "Tanggal 15 malam". Xs. Endang Titis Bodro Triwarsi, rohaniwan Kelenteng Poo An Kiong, menyebut bahwa tradisi barongsai dan liong-liong memang lazim dipentaskan saat Cap Go Meh.

"Kesenian tersebut selain menghibur, juga mengandung makna sebagai ritus pembersihan. Sarana menyingkirkan energi negatif. Suara tambur, tari barongsai, dan liong-liong diyakini dapat menghalau segala yang buruk," ungkapnya.

Kategori :