Demikianlah sekelumit kisah mengenang seorang Hengki Herwanto dan anak idealisnya yang bernama MMI.
BACA JUGA:Jungwoo NCT Debut Jadi Aktor Musikal, Perankan Dr. Rieux di This is PESTE
BACA JUGA:Mengenang Acil Bimbo, Musik, Spirit Kehidupan, dan Warisan Abadi
Pengalaman MMI menunjukkan potensi besar model museum berbasis komunitas di Indonesia.
Darinya, kita belajar bahwa mengarsipkan musik pada akhirnya bukan hanya soal menyelamatkan benda. Melainkan merawat kehidupan sosial yang melekat padanya.
Jika berhasil menjaga keseimbangan itu, MMI bukan sekadar tempat menyimpan masa lalu. Tetapi ruang tempat memori bunyi Nusantara terus bernyanyi.
Terima kasih atas dedikasimu dalam merawat ingatan musik bangsa. Sugeng tindak, mas. Swargi langgeng. (*)
*) Dhahana Adi Pungkas, Akademisi, Pemerhati Sejarah dan Budaya Populer.