HARIAN DISWAY - Lebaran identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, serta berbagai tradisi khas yang berlangsung turun-temurun.
Namun, di balik kemeriahannya, tidak sedikit yang menilai negatif. Bahwa tradisi Lebaran di Indonesia kerap berubah menjadi ajang pemborosan. Menjelang Lebaran, pengeluaran masyarakat biasanya meningkat secara signifikan.
Banyak orang mulai membeli pakaian baru. Menyiapkan berbagai hidangan khas. Memberikan uang tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga.
Hingga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Semua kebutuhan tersebut sering kali membuat anggaran rumah tangga membengkak.
BACA JUGA:7 Rekomendasi Bisnis Musiman Ramadan 2026 dengan Potensi Cuan Tinggi yang Wajib Dicoba
BACA JUGA:Doa Pembuka Rezeki untuk Pedagang Online dan UMKM, Ramadan Penuh Berkah
Pengeluaran saat Lebaran memang sering meningkat. Mulai dari belanja kebutuhan hingga berbagi THR, semua jadi bagian dari tradisi yang sudah lama melekat.--Pinterest
Salah satu pengeluaran terbesar biasanya berasal dari tradisi membeli baju baru. Meski tidak ada kewajiban dalam agama, banyak orang merasa perlu tampil berbeda di hari raya.
Itulah yang akhirnya mendorong masyarakat untuk berbelanja lebih banyak. Bahkan terkadang melebihi kebutuhan.
Selain itu, tradisi menyajikan berbagai makanan khas Lebaran juga menjadi faktor meningkatnya pengeluaran.
Hidangan seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan aneka kue kering hampir. Itulah menu yang hampir selalu hadir di setiap rumah.
BACA JUGA:Tip Hemat Belanja Sembako Murah Satu Bulan sebelum Ramadan 2026
BACA JUGA:Ramadan: Bebas dari Keserakahan
Dihidangkan untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi. Bahkan banyak keluarga menyiapkan makanan dalam jumlah besar.
Tradisi mudik juga turut memengaruhi besarnya pengeluaran saat Lebaran. Biaya transportasi, oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman, hingga kebutuhan selama perjalanan.