Realistis, Viva Targetkan Pertumbuhan 15 Persen Tahun Ini

Sabtu 07-03-2026,13:55 WIB
Reporter : Indria Pramuhapsari
Editor : Indria Pramuhapsari

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Iklim bisnis berkaitan erat dengan politik global. Memanasnya Timur Tengah sebagai buntut serangan AS dan Israel atas Iran, memengaruhi stabilitas perekonomian dunia. Para pebisnis pun harus melakukan banyak penyesuaian.   

"Ya memang kita tidak bisa dilepaskan dari kondisi itu. Yang langsung berdampak pada bisnis ya tentunya situasi Selat Hormuz," kata  Yusuf Wiharto, dirut PT Moga Djaja, di sela berbuka puasa bersama staf dan karyawan sekaligus syukuran ulang tahunnya pada Jumat, 6 Maret 2026.

Selat yang menjadi urat nadi utama distribusi bahan bakar dan barang ke seluruh dunia itu memegang peran penting bagi dunia usaha. Jika lalu lintas di perairan yang diapit Teluk Persia dan Teluk Oman itu sampai ditutup, multiplier effect-nya akan langsung terasa di Indonesia.  

Hingga Sabtu, 7 Maret 2026, Iran menegaskan bahwa selat tersebut tidak ditutup. "Kami memperketat pengamanan di Selat Hormuz. Kami juga lebih ketat mengawasinya. Tapi, kami tidak akan menutup aksesnya," tegas Abolfazl Shekarchi, jubir Angkatan Darat Iran, seperti dikutip Agence France-Presse

BACA JUGA:Viva Muda Gandeng Anak Disabilitas Luncurkan Koleksi Keren di SFT 2026

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Owner PT Vita Pharm dan Komisaris PT Moga Djaja Theresia Indriati Kuntjoro: Jiang Xin Bi Xin

Kendati demikian, kekhawatiran bahwa eskalasi di wilayah itu akan meningkat, cukup membuat para pengusaha deg-degan. “Kami wait and see. Sambil berharap situasinya membaik,”  lanjut pemimpin perusahaan distributor Viva Cosmetic Indonesia Timur tersebut.


TIUP LILIN ULTAH bareng anak dan istri, Yusuf Wiharto mensyukuri pertambahan usia di tengah buka bersama staf dan karyawan. -Indria Pramuhapsari-Harian Disway

Sampai saat ini, Yusuf mengatakan bahwa sekitar 80 persen bahan-bahan dasar untuk memproduksi kosmetiknya masih didatangkan dari luar negeri. Utamanya, Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Maka, situasi politik global menjadi penting baginya. 

Seperti tahun lalu, menurut salah satu pemegang saham PT Vitapharm itu, Viva akan kembali menahan harga. “Sudah tiga tahun ini kami tidak menaikkan harga. Tapi, kualitas harus tetap dijaga, demikian pula inovasinya,” tegas Yusuf.

Pada 2026 ini, pihaknya menargetkan rilis 5-10 produk baru. Inovasi produk, termasuk pembaruan kemasan, menjadi cara untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 

BACA JUGA:2 Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Pastikan Awak Aman

BACA JUGA:Fakta-Fakta Selat Hormuz, Jalur Laut yang Mengendalikan Energi Global

Penjualan secara online pun juga tetap digencarkan, agar kontribusinya terus tumbuh. “Saat ini, kontribusi dari pasar online masih di kisaran 10 persen,” ujarnya. 

Tentang target pertumbuhan, Yusuf mengatakan bahwa pihaknya optimistis akan tetap tumbuh dua digit. “Kami realistis dengan situasi yang ada sekarang. (Target pertumbuhan) tahun ini sekitar 15 persen,” ungkapnya. 

Direktur PT Moga Djaja Oscar Jahja Kusuma, yang mendampingi Yusuf, menambahkan bahwa tahun ini memang cukup menantang untuk industri kosmetika.

“Namun, situasi ini bukan hanya kami yang menghadapi. Semuanya juga dihadapkan pada realita yang sama. Maka, kami tetap optimistis,” paparnya.   


KARYAWAN MENYALAMI Dirut PT Moga Djaja Yusuf Wiharto di hari ulang tahunnya Jumat, 6 Maret 2026.-Indria Pramuhapsari-Harian Disway

BACA JUGA:5 Rekomendasi Gerai Skincare dan Kosmetik di Surabaya

BACA JUGA:2025 Kosmetik Ilegal Naik 10 Kali Lipat

Yusuf yang hari itu berulang tahun ke-47 dan mendapatkan kejutan di tengah acara buka bersama, mengatakan bahwa rasa syukur harus terus dipelihara. “Kami bersyukur karena bisnis tetap jalan dan strategi efisiensi tidak sampai harus mengurangi karyawan,” ungkapnya. 

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian yakin industri kosmetika Indonesia akan tumbuh pesat. “Pertumbuhannya sampai 2029 diprediksi meningkat 4,86 persen per tahun,” terang jubir Kemenperin dalam pernyataan resminya pada akhir 2025.

Hasil riset di lapangan menyebutkan bahwa brand lokal semakin mendominasi pasar. Inovasi yang melibatkan bahan alami dan pemasaran digital menjadi pilarnya. “Tren dan inovasinya berfokus pada kosmetika halal, produk alami, dan anti-aging serta antijerawat.” Demikian laporan Kemenperin secara tertulis.

Cosmetic Day yang lahir sejak 2019 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menggairahkan industri kosmetika. “Cosmetic Day menjadi ajang bagi brand lokal untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kesadaran dan kepercayaan konsumen, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,” terang Menteri Perindusrian Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu. (*)

BACA JUGA:5 Rekomendasi Merek Make Up Terjangkau untuk Pemula

BACA JUGA:Brand Lokal Diprediksi Melesat di 2026, Ekspor Non-Migas Dibidik Tembus USD300 Miliar

Kategori :