Harga bahan pokok di pasar bisa ikut terdorong. Biaya distribusi beras, sayur, telur, minyak goreng, dll ikut meningkat. Warung-warung kecil dan pasar tradisional mulai menyesuaikan harga.
Udah mah daya beli udah kelihatan bener menurun, ini bisa tambah gak terjangkau. Lah, roda ekonomi bisa mandek.
Dan, jika tekanan berlangsung lama, kadang bukan hanya ekonomi yang terasa. Tapi, juga kejahatan. Bisa ada di mana-mana, di gang-gang kecil… Di kampung-kampung… Di kelurahan… Di dusun dan desa… Bahkan, di kota-kota besar…
Pun, ketika dapur rumah tangga mulai terasa sempit, kadang muncul ujian lain. Ujian rumah tangga, yang bisa ke mana-mana.
Pencurian kecil. Penipuan. Pertengkaran. Perceraian. Hingga kejahatan dalam rumah tangga. Di dalam dan luar rumah.
Sejarah sering menunjukkan: ketika ekonomi menekan, ujian kehidupan ikut datang dari banyak arah.
Di sisi lain, kita juga tahu, dari Pak Purbaya dan grup-grup WA juga, hehehe. Dan, kayaknya bener, secara saya mah tetep di kompetensi sebagai guru, ustad, hehehe. Guru ngaji. Dalam pola fiskal negara, APBN di awal tahun sering sudah mencatat defisit sejak Januari, Februari, hingga Maret.
Ini bisa jadi bukan sesuatu yang aneh. Belanja negara sering berjalan lebih dulu. Normal-normal aja. Namun, jika tekanan global berlangsung lama, para pengamat biasanya melihat beberapa titik penting.
Misalnya, ngelihat prediksi bulan Juni mulai terasa tekanan belanja energi.
Malah, suka ada yang nyebut-nyebut black September bisa lebih cepat. Entah cocokologi apaan atau ada endusan apaan, gak paham juga. Tapi, horor kedengerannya.
Yang jelas, September bila Juni berat, Desember di tutup fiskal, ya tambah berat. Tahun 2027 masuk tahun politik pula.
Ya Allah... Sekali lagi, saya sekadar ikutan nyeruput kopi penginnya. Tapi, pas nulis ini, masih abis zuhuran aja. Masih belum boleh, wkwkwkwk.
Ya bismillah. Kita ngaji aja dah... Nguatin iman.
Kegelapan berganda begini sering dikisahkan Allah, di kehidupan para nabi, manusia-manusia pilihan. Yang levelnya, juga, bukan level lokalan aja. Tapi, negara dan global. Alias bisa dipakai buat urusan pribadi, keluarga, sampai urusan berbangsa dan bertanah air.
Angka-angka ini bukan Tuhan. Segala prediksi juga bukan Tuhan. Tapi, kita wajib membaca data. Membaca suasana. Dan bersiap-bersiap.
Namun, bersyukurnya, sebaik-baiknya data dan persiapan, bekal, adalah emang iman dan ketakwaan. Terbukti menyelamatkan, selalu, di situasi apa aja dan gimana aja.