Gak akan ada titik nadir. Gak akan ada kesusahan. Gak ada kesulitan. Jika Allah bersama kita selalu. Penguasa sebener-benernya penguasa. Maha Kuasa. Termasuk urusan rezeki semua makhluk sejagat raya.
Bahwa dalam sejarah manusia, situasi sempit dan lemah adalah bukan sesuatu yang baru. Dan, bukan aib juga. Termasuk jatuh, kalah... Semua bukan aib. Yang aib, bila gak ada ilmu dan perjuangan.
Kita cuplik dulu Perang Badar, yang peristiwanya sudah lewat secara historis hari.. 17 Ramadan... Allah pernah menggambarkan keadaan kaum muslimin di Perang Badar sebagai keadaan yang sangat lemah.
Dibandingkan musuh, wadow, gak ada apa-apanya... Orang, man power, 300-an saja. Kuda 2, unta 7... Bandingkan dengan di pihak lawan: 1.000 orang, 100 kuda, 700 unta... Tapi, kelemahan itu ditolong kekuatan Allah Yang Maha Kuat... Ya, menang...
”Dan sungguh Allah telah menolong kalian di Badar, ketika kalian dalam keadaan lemah.” (Q.S Ali Imran: 123)
Kata yang dipakai adalah ”keadaan lemah”. Terjepit. Tidak punya banyak kekuatan. Namun, justru di keadaan seperti itu pertolongan Allah datang.
Kisah lain datang dari Nabi Musa. Ketika sampai di tepi laut, terpojok, gak ada jalan... Di belakang mereka Firaun sudah mengejar. Sudah bisa saling lihat. Alias udah teramat dekat hitungannya.
Mental kaum Nabi Musa jatuh. Down. Kena mental. Omongannya, ucapannya, payah...
”Kita pasti akan tersusul.” Pasti ketangkep, pasti dibunuh... Dan ucapan-ucapan jelek.
Nabi Musa sebagai pimpinan menghadapi noise yang luar biasa, yang datang dari yang dipimpinnya.
Tapi, Nabi Musa tegar menjawab: ”Enggak bakalan.” Umatnya tambah rungsing... Gak bakalan gimana? Gak lihat? Depan, laut menghadang. Menghentikan langkah. Belakang, Firaun?
Nabi Musa tetap pada imannya... ”Enggak bakalan, sebab: ... Sesungguhnya bersamaku Tuhanku, Dia akan memberikan petunjuk kepadaku. Dia akan memberikan jalan kepadaku. Dia akan menyelamatkan.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 61–62)
Dan, kita tahu apa yang terjadi. Laut terbelah. Jalan terbuka.
Kisah datang lagi dari Nabi Yunus. Yang juga mengajarkan sesuatu. Beliau berada dalam kegelapan berlapis-lapis. Gelapnya malam. Gelapnya laut. Gelapnya perut ikan.
Ikan yang nelan beliau, pun, jalan-jalan. Bukan benda mati. Hidup. Dan, bergerak.
Jika ada tim penyelamat, kerjaannya berlipat-lipat. Sebab, titik koordinatnya udah mah gelap, juga di mana, dan bergerak.