THR Turun, Harga Naik

Jumat 13-03-2026,09:33 WIB
Oleh: Machsus*

SETIAP menjelang Lebaran, jutaan pekerja di Indonesia menunggu satu hal yang sama: tunjangan hari raya (THR). Tradisi itu sudah lama menjadi bagian dari siklus ekonomi tahunan. 

Bagi banyak keluarga, THR bukan sekadar bonus, melainkan semacam ”oksigen tambahan” untuk menutup berbagai kebutuhan yang meningkat menjelang hari raya. Yakni, mulai belanja bahan makanan, pakaian baru, hingga ongkos mudik.

Namun, Lebaran tahun ini menghadirkan suasana yang sedikit berbeda. Banyak orang mulai merasakan bahwa nilai THR yang diterima tidak lagi sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. THR terasa makin kecil, sedangkan harga-harga justru terus merangkak naik. 

Di pasar tradisional, di kasir minimarket, hingga di aplikasi belanja daring, keluhan yang sama sering terdengar, ”kok semuanya terasa lebih mahal”. 

BACA JUGA:Tips Memanfaatkan Uang THR Agar Tidak Cepat Habis

BACA JUGA:Posko THR Terima 20 Pengaduan, Khofifah Ingatkan Perusahaan Bayar Maksimal H-7 Lebaran

Kalau boleh bercanda sedikit, THR itu kadang terasa seperti sinyal wifi gratis di bandara. Ikonnya memang muncul penuh di layar, tetapi begitu dipakai untuk membuka banyak kebutuhan sekaligus, tiba-tiba terasa lambat, bahkan kadang ”putus-nyambung”.

HARGA MELONJAK

Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran sebenarnya bukan cerita baru. Permintaan yang meningkat secara musiman hampir selalu diikuti lonjakan harga berbagai komoditas pangan. 

Namun, kali ini dampaknya terasa lebih berat karena daya beli masyarakat sedang berada dalam tekanan. Harga beras, minyak goreng, telur, hingga cabai mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Biaya transportasi untuk mudik juga meningkat. 

Dalam istilah ekonomi, itu mungkin disebut mekanisme pasar, tetapi dalam bahasa dapur rumah tangga sering terdengar lebih sederhana, ”kok semuanya naik barengan?”.

BACA JUGA:Perusahaan Mulai Cairkan THR Maret 2026, Ini Batas Waktu dan Cara Lapor Jika Telat

BACA JUGA:Kapan THR 2026 Karyawan Swasta Cair? Ini Jadwal Resmi dan Cara Menghitungnya!

Secara statistik, inflasi nasional sering terlihat relatif terkendali. Namun, pengalaman sehari-hari masyarakat sering menceritakan hal yang berbeda. 

Rumah tangga tidak merasakan inflasi sebagai angka agregat dalam laporan statistik, tetapi sebagai kenaikan harga pada barang yang benar-benar mereka beli seperti beras, minyak goreng, telur, cabai, daging ayam, hingga ongkos transportasi. 

Kategori :