Telepon Penangkis Perang

Jumat 27-03-2026,14:26 WIB
Oleh: Efatha Filomeno Borromeu Duarte

Dia tak bisa mengakui peran intelijen Pakistan tanpa membahayakan operasi.

Dia tak bisa bilang bahwa keputusasaan Iran itu—jika ada—bukan karena hancur, tapi karena pilihan rasional untuk tidak terus menerus membakar cadangan devisa.

Maka dia menulis dua posting dalam 23 menit.

Pertama: kritik NATO.

Kedua: klaim musuh menyerah.

Posting yang tak bisa dia tulis untuk menghubungkan keduanya:

Penyerahan itu tidak terjadi. Yang terjadi adalah jeda.

Dibrokeri oleh informasi yang menyelamatkan negosiator dari pembunuhan.

Diteruskan oleh menteri luar negeri dari negara yang melakukan lebih banyak untuk membuka saluran daripada semua angkatan laut NATO digabung.

Telepon Penakluk Perang

Bayangan biaya perang USD200 miliar di tengahnya.

Iran? Mereka tidak butuh simpati.

Mereka butuh kepastian.

Dan perhitungan itu sedang berlangsung di ruang yang tidak terlihat.

Yang punya kapal induk diam.

Yang punya telepon bergerak.

Kategori :