Sembilan truk yang digunakan pun tidak dibiarkan dalam kondisi biasa. Seluruh kendaraan dibersihkan secara menyeluruh dan dihias dengan bunga kertas merah agar sesuai dengan suasana pernikahan.
Dua di antaranya merupakan milik perusahaan Pan. Sisanya dipinjam dari rekan sesama pelaku usaha di industri yang sama.
Dukungan mengalir dari berbagai pihak.
Baik secara langsung maupun melalui media sosial. Banyak yang memberikan ucapan selamat. Bahkan, salah satu truk yang dipinjam membawa spanduk bertuliskan: "Selamat menikah untuk Raja Tinja Haonan".
Pan Haonan dan Li Yaqing tampil dalam busana pernikahan tradisional, tetap khidmat meski konsep pernikahan mereka tak lazim.--
Pan sendiri mengaku bangga dengan pekerjaannya.
Ia menceritakan bahwa awalnya orang tuanya tidak ingin ia terjun ke bisnis tersebut. Alasannya karena pekerjaan itu dianggap kotor dan melelahkan.
Namun Pan tetap bersikeras hingga akhirnya mendapat restu.
"Saya bangga dengan pekerjaan ini," katanya.
"Memang ini pekerjaan paling kotor dan bau. Tapi uang yang kami hasilkan bersih."
Ia juga menilai bisnis ini memiliki stabilitas yang kuat.
"Selama manusia masih makan dan pergi ke toilet, kami akan selalu dibutuhkan. Selama masih ada saluran limbah, kami tetap punya pekerjaan," ujarnya.
BACA JUGA:Jalan Terjal Tiongkok Menjadi Pemimpin Global
Pan Haonan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi truk sedot limbah, melanjutkan bisnis keluarga yang telah berjalan puluhan tahun.--
Dalam kesehariannya, Pan mengemudikan truk tangki tinja saat bekerja. Namun setelah selesai, ia menggunakan Mercedes-Benz milik keluarganya.
Penghasilannya pun tidak kecil. Ia mengaku bisa mendapatkan sekitar 30.000 yuan per bulan, atau setara dengan sekitar Rp68 juta.