Respons publik terhadap aksinya pun beragam. Sebagian memberikan apresiasi. Mereka menilai Pan sebagai sosok yang jujur, pekerja keras, dan dapat diandalkan.
Namun tidak sedikit pula yang mengkritik. Ada yang menilai konsep tersebut terlalu berlebihan dan hanya bertujuan menarik perhatian.
"Pernikahan itu momen yang sakral. Tidak seharusnya dibuat sensasional seperti ini," tulis seorang pengguna media sosial.
Terlepas dari pro dan kontra, Pan tetap pada pilihannya. Bagi dirinya dan sang istri, yang terpenting bukan kendaraan yang digunakan, melainkan makna di baliknya: kerja keras, kejujuran, dan penerimaan.(*)