Workshop Photo Frame Decorating Ubah Kenangan Jadi Karya Personal

Sabtu 04-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Saffanah Indah Fitrizahrani*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Terutama dalam menentukan konsep visual yang tepat. Shelia menyebut tantangan terbesar ada pada penyusunan elemen. Terkait bagaimana komposisinya agar terlihat harmonis. 

“Kami harus menentukan bagaimana layout-nya. Kalau fotonya banyak, maka, harus memilih mana yang lebih estetik. Itu yang cukup menantang,” ungkap perempuan 23 tahun itu.

BACA JUGA:Workshop Layers of Love, Perkuat Bonding Ibu dan Anak lewat Baking dan Hypnoparenting

BACA JUGA:Workshop AI & Cyber Security Ajak Pelaku UMKM Maksimalkan Marketing Digital

Saat proses membuat photo frame tersebut, Sheila menghiasinya dengan dominan warna biru. Foto polaroid itu wujud ekspresi Shelia saat dirinya menghadiri konser.


Radinka, perempuan berbaju pink itu ketika menjelaskan kepada peserta workshop yang sedang kesulitan-Saffanah Indah Fitrizahrani-Harian Disway

Radinka Frisia Mulia, founder Boja Astama sekaligus pemateri workshop, menjelaskan bahwa konsep dekorasi bingkai foto itu berangkat dari satu hal.

Yakni fenomena maraknya budaya foto di kalangan masyarakat saat ini. Namun, banyak hasil foto mereka hanya tersimpan begitu saja. tanpa dimanfaatkan dengan baik.

“Foto itu tak sekadar memori. Tapi bisa didekorasi secantik mungkin,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa dalam proses pembuatan, peserta diajak memahami tahapan dasar.

BACA JUGA:Mix and Match hingga Glowy Look, Universitas Ciputra Surabaya Bekali Gen Z Lewat Workshop Fashion dan Makeup

BACA JUGA:Industri Kreatif Universitas Ciputra Ajak Pelajar Eksplorasi Desain Material lewat Workshop Keramik

Seperti menyiapkan background, memilih foto, hingga menambahkan elemen dekoratif. Seperti stiker, pita, dan kertas motif.

Melalui workshop itu, peserta juga dikenalkan dengan teknik overlay. Itu memungkinkan berbagai elemen dapat dipadukan dalam satu bingkai tanpa terlihat penuh.

Selain itu, peserta diberikan tips dalam memadukan warna agar tetap seimbang. Salah satunya dengan membatasi penggunaan maksimal tiga warna.

Kegiatan itu tidak hanya melatih keterampilan. Tetapi juga menjadi sarana relaksasi dan memperluas relasi sosial. (*)

*) Peserta Maganghub Kemnaker RI

Kategori :