Petaka dari Dasar Laut

Sabtu 04-04-2026,04:33 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

kini berlutut meminta gas Amerika.

Keuntungan mengalir ratusan miliar dolar.

Tuas kekuasaan dunia direbut kembali oleh Washington.

TAGIHAN HUKUM ALAM

Tiga dekade kita membangun arsitektur ekonomi superefisien.

Semua dipangkas demi biaya murah.

Kita sepakat tidak butuh cadangan.

Semua denyut nadi digantungkan pada satu selat sempit.

Lima pabrik suku cadang pendingin.

Dan, satu ladang gas di bawah laut.

Kini arsitektur rapuh itu ambruk.

Menimpa kepala kita sendiri.

Para elite boleh berunding di Jenewa sampai di Tiongkok.

Para jenderal boleh adu medali.

Tapi, fisika tidak peduli.

Termodinamika tidak bisa muncul tiba-tiba.

Kategori :