Tiga hari setelah rudal meledak, mereka menaikkan premi asuransi kapal sepuluh kali lipat.
Besoknya perlindungan dicabut total.
Nol.
Tanpa asuransi, tidak ada kapten waras yang mau membawa kargo miliaran dolar membelah Selat Hormuz.
Itu blokade ekonomi paling sempurna.
Eksekusi mati tanpa membuang satu peluru pun.
Celakanya.
Perang bisa selesai besok pagi lewat tanda tangan damai di Jenewa.
Tapi, bos asuransi tidak mau tahu.
Mereka meminta masa tenang dua tahun.
Tanpa satu ledakan pun.
Baru harga premi kembali normal.
LAPAR YANG TERTUNDA
Mari turun ke urusan perut rakyat kecil.
Gas Teluk itu nyawa pembuat amonia.
Amonia menjadi urea.