Haji Ilegal: Ancaman Nyata yang Harus Dibasmi Habis

Minggu 05-04-2026,22:13 WIB
Oleh: H. Imam Kusnin Ahmad, S.H.*

Ketiga, risiko hukum yang berat. Bagi jamaah yang tergiur, risikonya sangat fatal. Otoritas Arab Saudi sangat ketat menindak pelanggaran visa. Jamaah bisa ditangkap, didenda besar, dipenjara, hingga dideportasi dengan larangan masuk kembali dalam jangka waktu yang sangat lama. 

Ibadah yang seharusnya mendatangkan pahala malah berubah menjadi petaka dan aib.

PENGAWASAN BERLAPIS, TIDAK ADA CELAH

Pemerintah kini mengubah strategi dari reaktif menjadi preventif. Pengawasan tidak hanya dilakukan di bandara saat keberangkatan, tetapi juga diperketat sejak di daerah.

Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Ahmad Abdullah menegaskan bahwa deteksi dini dilakukan terhadap biro perjalanan dan calon jamaah yang mencurigakan. 

BACA JUGA:Orang di Saudi Berhaji, ONH Lebih Mahal

BACA JUGA:Potret Terkini Industri Haji dan Umrah di Tengah Dinamika UU Nomor 14 Tahun 2025

BACA JUGA:Kuota Tambahan Haji 2024: Rezeki, Diskresi, atau Korupsi?

Koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kemenko Polhukam, serta Imigrasi berjalan sangat erat.

Setiap dokumen akan diverifikasi secara ketat. Tidak ada lagi ruang bagi praktik curang. Tujuannya jelas, memutus mata rantai penipuan sebelum jemaah tertipu dan berangkat.

INOVASI DAN MOTIVASI

Untuk petugas, jadilah garda terdepan yang tegas dan waspada. Situasi yang tidak menentu itu menuntut profesionalisme tinggi. 

Jangan biarkan satu pun celah terbuka. Ingat, ketelitian Anda menyelamatkan nyawa dan harta orang banyak. Laksanakan tugas dengan integritas. Sebab, Anda adalah penjaga gerbang keselamatan jamaah.

BACA JUGA:Risiko Skema Biaya Haji

BACA JUGA:Haji Warisan

BACA JUGA:Spirit Haji untuk Pembebasan Palestina

Kategori :