Inilah Modus Haji Nonprosedural
Ilustrasi - Jemaah haji tengah melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.- Getty Images-
HARIAN DISWAY - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta mengungkap dua modus utama yang kerap digunakan calon jemaah haji nonprosedural untuk berangkat ke Arab Saudi pada musim haji 2026. Modus tersebut dilakukan dengan memanfaatkan visa wisata dan visa kerja untuk menghindari pengawasan petugas.
Kepala Bidang TPI Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengatakan berbagai upaya keberangkatan haji ilegal masih ditemukan meski pengawasan terus diperketat oleh pemerintah.
Menurutnya, para calon jemaah umumnya diberangkatkan melalui skenario yang telah disiapkan oleh oknum penyelenggara perjalanan atau travel tidak resmi.
“Dua modus utama ini sering digunakan oleh para oknum travel untuk mengelabui petugas,” ujar Jerry di Tangerang, Sabtu, 30 Mei 2026.
BACA JUGA:BPKH Angkat Bicara soal Dana Haji, Tegaskan Setoran Jemaah Tetap Aman
BACA JUGA:Skema Murur Terbukti Permudah Jamaah Lansia saat Puncak Haji 2026
Modus pertama dilakukan dengan menggunakan visa wisata. Dalam praktiknya, calon jemaah tidak langsung terbang menuju Arab Saudi, melainkan berpura-pura melakukan perjalanan wisata ke sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia atau Singapura.
Dari negara transit tersebut, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jeddah atau Madinah untuk menunaikan ibadah haji tanpa mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, modus kedua memanfaatkan Visa Amil Work atau visa kerja yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi. Visa yang seharusnya digunakan untuk bekerja secara legal di Arab Saudi itu disalahgunakan untuk melaksanakan ibadah haji.
Visa Amil Work merupakan dokumen resmi yang diperuntukkan bagi tenaga kerja asing di Arab Saudi. Pemegang visa tersebut wajib memiliki izin tinggal atau iqamah dan berada di bawah tanggung jawab sponsor atau kafil selama masa kontrak kerja berlangsung.
BACA JUGA:Seluruh Jamaah Haji Indonesia Berhasil Tiba di Mina, Fase Armuzna Tuntas, Kini Fokus Lontar Jumrah
BACA JUGA:Kemenhaj Fokus Tri Sukses Haji, Sukses Ritual, Ekonomi, dan Peradaban
Jerry menjelaskan, berbagai modus tersebut berhasil terdeteksi berkat penguatan koordinasi antara pihak Imigrasi, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta aparat kepolisian.
Selain itu, sistem profiling penumpang yang diterapkan Imigrasi juga menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: