SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmen terhadap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Kota Delta (sebutan Kabupaten Sidoarjo) berinovasi mengimplementasikan transaksi non-tunai secara masif.
Komitmen itu diwujudkan dengan rencana penerapan QRIS Tap di setiap transaksi keuangan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka High Level Meeting (HLM) TP2DD Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, pada Senin, 6 April 2026.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang evaluasi Championship TP2DD 2025 dan persiapan menuju Championship 2026.
BACA JUGA:Pemerintah Subsidi Tiket Pesawat Rp2,6 Triliun, Kenaikan Harga Dibatasi Maksimal 13%
BACA JUGA:Mendiktisaintek Terbitkan SE Penyesuaian Pola Kerja dan PJJ di Perguruan Tinggi
Untuk memperkuat materi sosialisasi, pemerintah menghadirkan narasumber kompeten. Yakni, Analis Kebijakan Ahli Muda dan Analis Perekonomian dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, serta perwakilan Divisi SPPUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.
"Digitalisasi sudah menjadi instrumen mutlak, bukan lagi pilihan, untuk menekan kebocoran anggaran, menjamin transparansi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terukur," tegas Subandi di hadapan hadirin.
Subandi mengapresiasi capaian TP2DD Sidoarjo sebelumnya yang berhasil meraih peringkat ketiga terbaik se-Jawa-Bali. Inovasi pembayaran retribusi non-tunai milik Pemkab Sidoarjo itu juga dinobatkan sebagai Program Unggulan Terbaik ke-3 tingkat nasional oleh Menko Perekonomian RI.
Berkat kerja keras seluruh jajaran Pemkab Sidoarjo, realisasi ETPD Sidoarjo mencapai 99,5 persen. Angka tertinggi se-Jawa Timur pada Semester II 2025.
"Capaian ini adalah buah dari kerja keras saudara-saudara sekalian, anggota TP2DD Sidoarjo," ujar Subandi. Ke depan, ia mendorong implementasi ETPD lintas sektor, termasuk perdagangan dan kesehatan.
BACA JUGA:BBM Subsidi Aman Sampai Akhir Tahun, Purbaya Siapkan “Tameng” Hadapi Lonjakan Harga Minyak
BACA JUGA:El Nino Godzilla di Depan Mata, Mentan: Tidak Separah Tahun 2015
Subandi optimis, percepatan transaksi digital akan mencegah kebocoran PAD. Ia bahkan memberi instruksi konkret: "Saat ini retribusi pasar kecil. Coba ETPD kita implementasi pada pasar-pasar yang ada, bikinkan aplikasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi non-tunai cukup dengan HP," tambahnya.