Aidi Faiz Romadhoni, pengusaha logam di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo. Regenerasi di kampung ikonik tersebut masih berlanjut hingga saat ini.-Khansa Pandya-Harian Disway
Mulai dari boks mesin bahan bakar minyak hingga sangkar burung lovebird atau kenari. Keberadaan unit usaha distributor tersebut menutup celah kebutuhan material sebuah industri rumahan. Sekaligus mengembangkan eksistensi identitas kampung sebagai kerjinan logam mandiri.
Masa depan industri rumahan di situ pun terletak pada keterbukaan ilmu. Juga keberanian generasi penerus untuk terjun ke lapangan.
“Ada regenerasi. Dari orang satu mengajarkan usaha kerajinannya ke orang baru. Tidak harus turun-temurun satu keluarga,” ujarnya.
Baginya, yang penting adalah adanya kemauan untuk belajar dari para pemuda. Sebagai penerus, ia tidak sekadar mewarisi usaha.
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (5): Kampung Batik Jetis Tunggu Waktu Menuju Punah
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (4): Kampung Batik Jetis, Hidup Segan Mati Enggan
Tetapi juga tanggung jawab moral. Khususnya dalam menjaga ekosisten ekonomi di desa itu hingga masa mendatang. (*)
*Industri logam membentuk jati diri, baca besok...
*) Peserta maganghub Kemnaker RI.