Bayern Tak Takut Remontada: Kompany Tantang Sejarah Real Madrid

Rabu 15-04-2026,12:30 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Salman Muhiddin

Pernyataan itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk kepercayaan diri tinggi, bahkan terkesan meremehkan kekuatan Bayern di kandangnya sendiri.

Di sisi lain, Bayern datang dengan kepercayaan diri setelah menang di leg pertama. Dalam laga tersebut, mereka sempat unggul lewat gol dari Luis Diaz dan Harry Kane. 

Meski Madrid sempat memberikan perlawanan, Bayern merasa mereka juga punya banyak peluang yang belum dimaksimalkan.


Selebrasi Harry Kane usai gandakan keunggulan Bayern Munchen atas Real Madrid dalam laga perempat final Liga Champions 2025/2026 leg 1, Rabu 8 April 2026--Uefa.com

Kompany menegaskan bahwa timnya tidak hanya beruntung di leg pertama. “Kami juga punya peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Memang mereka bermain lebih baik di babak kedua, tapi kami sangat bagus di babak pertama,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa kemenangan di Bernabeu memberi kepercayaan diri, tetapi Bayern tetap harus membuktikan diri lagi di Allianz Arena.

Selain itu, Kompany menekankan pentingnya fokus pada permainan sendiri dibanding terpengaruh sejarah lawan. 

Pelatih Bayern tersebut menyadari Madrid tetap berbahaya, terutama dengan kecepatan dan kualitas pemain mereka, tetapi Bayern harus mencari solusi dari permainan mereka sendiri.

BACA JUGA:Bayern Munchen Tanpa Harry Kane Kontra Freiburg, Kompany Buka Suara

BACA JUGA:Barcola Pilih Setia di PSG, Liverpool dan Bayern Munchen Gigit Jari

Kabar baik juga datang dari kondisi tim Bayern. Dua pemain penting, Serge Gnabry dan Jamal Musiala, berpeluang tampil di leg kedua. Kehadiran mereka tentu bisa menambah kekuatan serangan Bayern.

Kompany menyebut Musiala hampir kembali ke kondisi terbaiknya setelah cedera. Hal ini menjadi tambahan positif bagi Bayern dalam menghadapi laga penting yang akan menentukan siapa yang melangkah ke semifinal.

Dengan tensi tinggi antara kedua tim, laga ini tidak hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga perang mental. 

Bayern ingin membuktikan bahwa mereka bisa menghentikan “mitos comeback” Madrid, sementara Madrid berusaha kembali menunjukkan kekuatan sejarah mereka di Liga Champions. (*)

 

Kategori :