Seminar Untag Surabaya Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja, Tekankan Pentingnya Sikap dan Mental

Jumat 17-04-2026,11:00 WIB
Reporter : Saffanah Indah Fitrizahrani*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Memasuki dunia kerja bukan sekadar soal menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah.

Tetapi juga menghadapi realitas baru. Realitas yang menuntut kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta kompetensi interpersonal yang kuat.

Para lulusan baru kerap dihadapkan pada tekanan target, budaya kerja yang berbeda, hingga tuntutan profesionalisme yang tinggi.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, tantangan terbesar bukan hanya pada kemampuan teknis. Tetapi juga bagaimana individu mampu menunjukkan sikap, komunikasi, dan daya tahan. Khususnya dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

BACA JUGA:Untag Surabaya Sabet Best Paper di ICCAEET 2025 Filipina

BACA JUGA:Kolaborasi Mahasiswa Untag Surabaya dan UniMAP Malaysia, Bantu UMKM Terasi dan Pulihkan Mangrove di Pesisir Surabaya

Dunia kerja yang kompetitif memberi berbagai tuntutan pada lulusan perguruan tinggi. Mereka tidak hanya mengandalkan nilai akademik. Tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan interpersonal.

Hal itulah yang menjadi sorotan dalam Seminar Persiapan Karier. Ajang itu digelar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, di Gedung R.Ing Soekonjono Lantai 6, 16 April 2026.

Dr. Bawinda Sri Lestari, pemateri, menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami perbedaan mendasar antara dunia kampus dan dunia kerja.

“Dunia kerja dengan dunia kampus itu sangat berbeda. Kalau di kampus, kesalahan masih dibimbing. Tapi di dunia kerja itu akan jadi catatan,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.


Saat Dr. Bawinda Sri Lestari, S.H., M.PSI., memaparkan mengenai materi yang disampaikan terkait cara menghadapi dunia kerja-Calista Salsabila Azhari-Harian Disway

BACA JUGA:Mahasiswa KKN Untag Surabaya Latih UMKM di Pacet Mojokerto

BACA JUGA:KKN Untag Surabaya Perkuat Sinergi Kampus dan Pemerintah, Dorong Pembangunan Desa Mojokerto

Ia menjelaskan, banyak mahasiswa yang masih beranggapan bahwa nilai akademik menjadi faktor utama. Terutama dalam menentukan kesuksesan karier. Padahal menurutnya, hal tersebut hanya sebagian kecil dari penilaian perusahaan.

“Ijazah itu hanya sekitar 30 persen sebagai pembuka jalan. Tapi 70 persen itu ditentukan oleh sikap kita,” tegasnya

Kategori :