Pemerintah perlu melakukan orkestrasi kebijakan yang lebih luas: menggunakan dana bagi hasil cukai tidak hanya untuk kesehatan kuratif, tetapi juga untuk membiayai infrastruktur gaya hidup sehat yang masif.
Mengubah kebiasaan vaping tidak bisa dilakukan secara instan. Ia membutuhkan waktu, ketegasan hukum seperti Singapura, dan yang terpenting: tawaran kebiasaan baru yang lebih menggoda daripada sekadar kepul asap manis yang mematikan.
Sudah saatnya kita berhenti sekadar menakut-nakuti dan mulai menawarkan inspirasi. Kita perlu mengembangkan kesadaran bahwa kesehatan bukan sekadar larangan, melainkan juga pilihan gaya hidup yang harus kita prioritaskan. (*)
*) Yayan Sakti Suryandaru, dosen di Departemen Komunikasi, FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya.