Madura: Kaya Energi, Miskin Keadilan

Sabtu 25-04-2026,07:33 WIB
Oleh: Farid Makruf*

* Minyak: ±15 persen untuk daerah

* Gas: ±30 persen untuk daerah

Namun, setelah dibagi antara provinsi dan kabupaten/kota, angka riil yang diterima menjadi jauh lebih kecil.

Dalam praktiknya, berbagai kajian fiskal daerah menunjukkan:

DBH tidak cukup untuk mengubah struktur ekonomi daerah penghasil.

Ia hanya menjadi ”tambalan fiskal”, bukan alat transformasi ekonomi.

HILIRISASI YANG TIDAK PERNAH MAMPIR KE MADURA

Satu hal yang paling menentukan dalam ekonomi modern adalah nilai tambah.

Daerah yang maju bukan yang punya sumber daya, melainkan yang mengolahnya.

Sayangnya, Madura tidak mendapatkan itu.

Tidak ada:

* Kawasan industri energi

* Pabrik turunan gas (petrokimia, pupuk, dll)

* Ekosistem industri pendukung

Menurut analisis berbagai lembaga seperti Kementerian ESDM dan studi Katadata Insight Center, daerah yang memiliki industri hilir akan mendapatkan:

* Lapangan kerja besar

Kategori :