Justru mungkin, di situlah kekuatannya: bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan sebagai identitas yang terus ditulis ulang, garis demi garis, di atas wastra polos yang menunggu disentuh seterusnya. (*)
*) Cysakaren Diva Pratiwi adalah peneliti budaya dan gender.
*) Romiana adalah praktisi budaya dan peneliti batik.