Pendidikan untuk Semua, Slogan Nyata atau Sekadar Permainan Kata-Kata?

Sabtu 02-05-2026,09:33 WIB
Oleh: Kurniawan Wahyu Pratama*

Pada akhirnya, setiap keputusan yang lahir di meja kebijakan tidak pernah benar-benar netral. Ia menjalar hingga ke ruang kelas, membentuk beban kerja guru, menentukan pengalaman belajar siswa, dan bahkan memengaruhi daya tahan orang tua dalam menopang pendidikan anak-anaknya. 

Ketika kebijakan lebih sibuk merawat citra daripada menyentuh realitas, yang menanggung konsekuensinya bukanlah para perumusnya, melainkan mereka yang setiap hari hidup di dalam sistem itu.

Maka, jika ”pendidikan untuk semua” masih terdengar sebagai gema yang jauh, mungkin pertanyaannya perlu diarahkan dengan lebih tegas: sampai kapan keputusan-keputusan besar tentang pendidikan akan terus dibuat tanpa benar-benar mendengar suara mereka yang paling terdampak? 

Pun, berapa lama lagi guru, siswa, serta orang tua harus menanggung jarak antara janji dan kenyataan yang tak kunjung dipertemukan? (*)

*) Kurniawan Wahyu Pratama, pengamat pendidikan Manifesto Ideas Institute, dosen.

 

Kategori :