Hantavirus Menular dari Tikus, Belum Ada Vaksin, dan Bisa Sebabkan Kematian

Selasa 05-05-2026,16:05 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

GENEWA, HARIAN DISWAY - Merebaknya kasus hantavirus yang dikaitkan dengan kematian di atas kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik kembali menarik perhatian dunia terhadap bahaya laten penyakit ini.

Penyakit yang bersumber dari hewan pengerat (rodent) tersebut dapat berakibat fatal dan mematikan ketika menular kepada manusia.

Hantavirus dikenal sebagai kelompok virus yang dapat memicu gangguan pernapasan dan jantung yang parah, serta menyebabkan demam berdarah (haemorrhagic fevers). Hingga saat ini, belum ada vaksin ataupun obat-obatan spesifik yang tersedia untuk melawan hantavirus.

Akibatnya, metode penanganan medis yang dilakukan sejauh ini murni hanya bersifat suportif, yakni sebatas upaya untuk meredakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien.

Setiap jenis hantavirus umumnya berasosiasi dengan spesies hewan pengerat tertentu sebagai reservoir (inang).

BACA JUGA:Apa Itu Hantavirus? Wabah yang Merebak di Kapal Pesiar dan Menyebabkan 3 Orang Meninggal Dunia

BACA JUGA:Antisipasi Virus Nipah, Cara Cegah Zoonosis Saat Musim Hujan

Di dalam tubuh hewan seperti tikus tersebut, virus ini dapat menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa menimbulkan gejala sakit yang tampak. Beruntung, dari sekian banyak spesies hantavirus yang ada, hanya ada beberapa jenis saja yang diketahui dapat memicu penyakit pada manusia.


MV Hondius tertahan di lepas pantai Cape Verde, barat Afrika akibat sebaran Hantavirus. Semua penumpang diisolasi -vesselfinder.com-

Nama hantavirus sendiri diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Lokasi tersebut menjadi sejarah kelam ketika lebih dari 3.000 tentara jatuh sakit parah akibat terinfeksi virus ini selama Perang Korea yang berlangsung pada tahun 1950 hingga 1953.

Mengenai jalur penularannya, hantavirus berpindah ke manusia melalui kontak langsung dengan urine, kotoran, atau air liur dari tikus liar yang telah terinfeksi. Kasus penularan melalui gigitan hewan tergolong sangat jarang terjadi.

BACA JUGA:Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Lepas Pantai Cape Verde Akibat Suspek Hantavirus

BACA JUGA:Virus Nipah Menular dari Kelelawar, IDAI: Jangan Panik, Tetap Waspada


Ilustrasi. Hantavirus merebak di sebuah kapal pesiar MV Houdini yang tengah berlayar di Cape Verde, di sebelah barat benua Afrika -AI Generated-

Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Prancis menyebutkan bahwa infeksi pada manusia umumnya terjadi ketika seseorang menghirup debu atau partikel aerosol yang telah tercemar oleh ekskresi tikus tersebut.

Kategori :