JAKARTA, HARIAN DISWAY - Morgan Stanley Capital International atau MSCI resmi mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging markets pada hasil review indeks global Mei 2026.
Keputusan itu sekaligus meredakan kekhawatiran pasar setelah sebelumnya MSCI sempat membuka peluang penurunan status Indonesia menjadi frontier market.
Dalam pengumuman yang dirilis Selasa, 12 Mei 2026 waktu Amerika Serikat, Indonesia tetap berada di kategori emerging markets bersama sejumlah negara seperti China, India, Malaysia, Thailand, hingga Filipina.
BACA JUGA:IHSG Berpotensi Turun Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Saham RI
BACA JUGA:Pasar Saham Indonesia Terus Tertekan, Investor Disarankan Melirik Saham Komoditas
Namun di balik kabar positif tersebut, pasar modal Indonesia tetap mendapat tekanan setelah MSCI mengeluarkan enam saham domestik dari MSCI Global Standard Index tanpa ada tambahan emiten baru yang masuk.
6 Saham Indonesia Keluar dari MSCI Global Standard Index
Berdasarkan dokumen resmi MSCI Global Standard Indexes May 2026 Review, berikut daftar saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks global standar MSCI:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Perubahan tersebut akan mulai efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
BACA JUGA:Mengamati Fenomena Sell in May and Go Away Saham Dalam Negeri, Saatnya Melirik Sektor Energi
BACA JUGA:RUPST BRI Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Perkuat Fundamental dan Nilai Pemegang Saham
AMRT Masuk MSCI Small Cap, 13 Saham RI Malah Keluar
Di sisi lain, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam MSCI Global Small Cap Indexes.
Namun, sebanyak 13 saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks small cap MSCI, yakni:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
BACA JUGA:Pasar Tunggu Hasil Review MSCI 12 Mei 2026, OJK Sebut Reformasi Bursa untuk Jangka Panjang
MSCI Jadi Sorotan Investor Pasar Modal Indonesia
Review MSCI menjadi perhatian besar pelaku pasar karena perubahan komposisi indeks global berpengaruh terhadap arus dana asing di pasar saham Indonesia.
Meski status Indonesia tetap bertahan di emerging markets, keluarnya sejumlah saham besar dari indeks MSCI diperkirakan dapat memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek, terutama pada saham-saham yang terkena rebalancing indeks global tersebut. (*)