Rentetan Mundurnya Pimpinan OJK dan BEI Uji Kepercayaan Investor
Dengan mundurnya ketiga petinggi tersebut, pengamat pun turut menyoroti dampak yang dibawa oleh rentetan peristiwa ini terhadap kepercayaan pasar, terutama kpeada kepercayaan investor.-Disway/Bianca Chairunisa-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Isu kepercayaan pasar disorot usai mundurnya sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara beruntun.
Anda sudah tahu, pengumuman pengunduran diri para pimpinan tersebut disampaikan pada Jumat, 30 Januari 2026.
Namun, kekhawatiran lantas muncul karena pasar modal dikenal sangat sensitif terhadap keberlanjutan kepemimpinan dan arah kebijakan.
Pengamat pasar modal David Sutyanto menilai kejelasan arah kebijakan menjadi kunci utama dalam situasi tersebut, terutama menjelang dibukanya kembali perdagangan di pasar modal.
BACA JUGA:Saham Merah, Pimpinan BEI dan OJK Mundur: OJK Ambil Alih, Pastikan Bursa Tak Terganggu
BACA JUGA:Susul Dirut BEI, Ketua Komisioner OJK dan Dua Pejabat Lainnya Resmi Mengundurkan Diri
"Kejelasan tersebut penting untuk meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan pasar agar isu ini tidak berkembang menjadi sentimen negatif yang lebih luas," ujar David pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurutnya, pengunduran diri pejabat OJK dan BEI tidak bisa dipandang sekedar persoalan individu.
Respons pasar lebih dipengaruhi oleh persepsi terhadap stabilitas komunikasi dan keberlanjutan kebijakan lembaga tersebut.
David juga mengingatkan bahwa investor global menaruh perhatian besar pada konsistensi kebijakan pasar modal Indonesia.
Ketidakjelasan komunikasi berpotensi menimbulkan pertanyaan dari lembaga internasional seperti MSCI.
BACA JUGA:OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Normal Usai Pengunduran Diri Dirut Iman Rachman
BACA JUGA:Said Abdullah Apresiasi Mundurnya Petinggi OJK dan BEI, Dorong Reformasi Kebijakan Free Float
Sementara itu, pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi memandang pengunduran diri para pejabat sebagai bagian dari dinamika pembenahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: liputan6.com