BEI Mau Rilis Daftar Pemegang Saham, Analis: Pasar Transparan atau Jalan untuk Asing?

BEI Mau Rilis Daftar Pemegang Saham, Analis: Pasar Transparan atau Jalan untuk Asing?

Analis ekonomi politik pasar modal Kusfiardi.-Istimewa-

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan merilis Shareholders Concentration List atau Daftar Konsentrasi Pemegang Saham pada akhir Februari 2026 menuai sorotan tajam dari kalangan analis ekonomi politik pasar modal

Langkah yang diklaim sebagai upaya peningkatan transparansi itu dinilai tidak bisa dilepaskan dari tekanan lembaga pemeringkat indeks global, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Analis ekonomi politik pasar modal Kusfiardi menilai bahwa kebijakan tersebut muncul di tengah posisi Indonesia yang sedang disorot dalam penilaian indeks global. 

BACA JUGA:Airlangga Buka Suara Usai Mundurnya Pimpinan OJK–BEI, Prabowo Ingin Percepat Reformasi Pasar Modal

BACA JUGA:Rentetan Mundurnya Pimpinan OJK dan BEI Uji Kepercayaan Investor

Dengan aset terindeks sekitar USD18 triliun, MSCI memiliki daya tekan luar biasa terhadap arus modal pasif global. 

“Ketika status Indonesia dipertanyakan atas nama transparansi, itu bukan sekadar isu tata kelola. Itu adalah instrumen leverage politik pasar,” ujar Kusfiardi.

Menurutnya, dampak tekanan tersebut sudah terlihat pada Januari lalu, ketika isu peninjauan status Indonesia memicu arus keluar modal asing (net outflow) sekitar Rp13 triliun. 

Kondisi itu menunjukkan betapa sensitifnya stabilitas pasar domestik terhadap sentimen lembaga indeks global.

Transparansi atau Celah Strategi Modal Global

Kusfiardi menjelaskan, pembukaan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) serta daftar pemegang saham di bawah 5 persen memang secara teori mendukung penguatan tata kelola dan pencegahan manipulasi pasar. 

Namun, dalam praktiknya, kebijakan ini berpotensi menciptakan risiko baru.

“Tanpa firewall struktural, transparansi bisa berubah menjadi peta navigasi bagi modal global untuk mengekstraksi likuiditas domestik,” tegasnya.

BACA JUGA:Saham Merah, Pimpinan BEI dan OJK Mundur: OJK Ambil Alih, Pastikan Bursa Tak Terganggu

BACA JUGA:Said Abdullah Apresiasi Mundurnya Petinggi OJK dan BEI, Dorong Reformasi Kebijakan Free Float

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: