Airlangga Buka Suara Usai Mundurnya Pimpinan OJK–BEI, Prabowo Ingin Percepat Reformasi Pasar Modal
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan menindak praktik manipulasi saham di pasar modal.-Foto: Anisha Aprilia/Disway.id-
HARIAN DISWAY — Pemerintah akhirnya buka suara menanggapi kemunduran sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah menyampaikan beberapa poin penting. Salah satunya mengenai penataan dan penguatan pasar modal nasional.
Airlangga menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat reformasi integritas pasar secara lebih serius dan terukur. Tujuannya adalah agar pasar modal menjadi lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing global.
Salah satu langkah utama yang disiapkan pemerintah adalah reformasi struktural pasar modal melalui demutualisasi bursa. Skema ini bertujuan memperkuat tata kelola BEI agar lebih independen, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.
BACA JUGA:Prabowo Ingin Reformasi Pasar Modal, Free Float Naik 15 Persen hingga Berantas Saham Gorengan
BACA JUGA:Susul Dirut BEI, Ketua Komisioner OJK dan Dua Pejabat Lainnya Resmi Mengundurkan Diri
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan likuiditas pasar. Pemerintah berkomitmen menaikkan ambang batas free float saham menjadi minimal 15 persen, sesuai dengan standar global.
Artinya, porsi saham yang dilepas ke publik akan lebih besar. Perdagangan saham pun menjadi lebih sehat dan tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak.
“Hal ini (pelepasan saham,Red) dilakukan agar saham menjadi lebih transparan, likuid, dan berintegritas,” tegas Airlangga di depan sejumlah awak media.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah peningkatan transparansi. Pemerintah menyiapkan pengetatan aturan secara terbuka, termasuk kejelasan struktur kepemilikan saham dan afiliasi pemegang saham pengendali.
BACA JUGA:Rentetan Mundurnya Pimpinan OJK dan BEI Uji Kepercayaan Investor
BACA JUGA:Said Abdullah Apresiasi Mundurnya Petinggi OJK dan BEI, Dorong Reformasi Kebijakan Free Float
Menurut Airlangga, praktik abu-abu yang selama ini kerap menimbulkan spekulasi pasar disebut harus diakhiri. Hal tersebut berpotensi merusak kepercayaan investor.
Berantas Saham Gorengan
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menyatakan sikap tegas pemerintah terhadap praktik penggorengan dan manipulasi saham. Menurutnya, praktik semacam itu tidak hanya merugikan investor ritel, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: