BEI Mau Rilis Daftar Pemegang Saham, Analis: Pasar Transparan atau Jalan untuk Asing?

BEI Mau Rilis Daftar Pemegang Saham, Analis: Pasar Transparan atau Jalan untuk Asing?

Analis ekonomi politik pasar modal Kusfiardi.-Istimewa-

Ia menilai data kepemilikan saham yang terbuka dapat dimanfaatkan oleh algoritma high-frequency trading dan robot trading asing untuk menyusun strategi akumulasi maupun distribusi saham secara presisi. 

Dalam konteks pasar negara berkembang, kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas.

Investor Ritel di Tengah Risiko Volatilitas

Data BEI mencatat jumlah investor ritel di Indonesia telah melampaui 21 juta orang, dengan kontribusi transaksi harian mencapai lebih dari 50 persen. 

Namun, Kusfiardi mengingatkan bahwa pertumbuhan partisipasi tersebut belum diimbangi dengan perlindungan struktural yang memadai.

Investor ritel domestik berpotensi menjadi bantalan likuiditas saat investor asing melakukan exit strategy. 

BACA JUGA:Dirut BEI Mundur, Purbaya Sebut Sinyal Positif

BACA JUGA:Mensesneg Tegaskan Mundurnya Dirut BEI Bukan Karena Tekanan dari Istana

“Demokratisasi pasar tidak boleh berhenti pada kuantitas partisipasi, tetapi harus menjamin distribusi risiko yang adil,” jelasnya.

Ia menilai volatilitas tinggi cenderung menguntungkan investor institusional global, sementara investor ritel domestik justru menanggung risiko yang lebih besar.

Tekanan Free Float dan Risiko Alih Kepemilikan

Mulai 2026, kebijakan batas minimum free float sebesar 15 persen akan berlaku penuh. Kusfiardi menilai kebijakan ini berpotensi menekan pemegang saham pengendali domestik untuk melepas saham dalam jumlah besar, terutama di tengah pasar yang sensitif terhadap sentimen global.

“Dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen global, pelepasan saham besar-besaran berisiko menciptakan transfer kepemilikan ke institusi global seperti BlackRock dengan valuasi diskon,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama Indonesia bukan semata persoalan transparansi, melainkan bagaimana menjaga kedaulatan kepemilikan aset strategis di pasar modal.

BACA JUGA:OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Normal Usai Pengunduran Diri Dirut Iman Rachman

BACA JUGA:OJK Pastikan Operasional BEI Tetap Normal Usai Pengunduran Diri Dirut Iman Rachman

Kusfiardi juga menyoroti dinamika kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI yang dinilai turut menambah ketidakpastian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: