Komisi IV DPRD Gresik juga mendorong penguatan sarana pendidikan berbasis teknologi. Melalui fungsi penganggaran, DPRD ingin fasilitas pembelajaran digital di sekolah terus diperkuat.
BACA JUGA:Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Minta Diaspora Jabodetabek Nyawiji dan Membangun Gresik
Fasilitas tersebut meliputi laboratorium komputer, akses internet sekolah, perpustakaan digital, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi. DPRD juga menekankan pemerataan fasilitas pendidikan digital hingga wilayah desa dan pinggiran.
Selain sekolah, DPRD menilai penguatan literasi digital perlu menyasar organisasi kepemudaan dan komunitas kreatif. Pondra mengatakan generasi muda saat ini sangat dekat dengan media sosial dan ruang digital komunitas.
Karena itu, DPRD mendorong Dinas Kepemudaan dan Olahraga mengintegrasikan program literasi digital dalam kegiatan karang taruna, OSIS, dan organisasi kepemudaan berbasis komunitas. “Pemerintah daerah berkewajiban mengembangkan kapasitas pemuda,” katanya.
DPRD juga mendorong berbagai kegiatan literasi digital berbasis kepemudaan. Di antaranya pelatihan konten kreatif, seminar antihoaks, workshop keamanan siber, hingga kompetisi inovasi digital bagi pelajar dan pemuda.
TIGA PEMUDI di Gresik mencari informasi melalui laptop. Pemanfaatan saluran digital bisa bermanfaat positif ketika ditunjang dengan literasi.-Moh Sahirol Layeli-
Selain itu, DPRD membuka peluang kolaborasi dengan kampus, komunitas teknologi informasi, media massa, dan pegiat literasi digital. Kolaborasi itu dinilai penting untuk memperluas edukasi digital di tengah masyarakat.
Menurut Pondra, literasi digital tidak hanya berbicara soal teknologi. Namun, juga berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda di ruang digital.
Karena itu, DPRD mendorong pendidikan karakter digital melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Materi tersebut meliputi etika bermedia sosial, budaya sopan santun di ruang maya, hingga pencegahan perundungan siber.
“DPRD juga dapat mendorong pendidikan karakter digital agar generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki sikap bijak, santun, toleran, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dan platform digital,” ucapnya.
BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Pesantren Melek Teknologi Hadapi Era Digital: Cara Dakwah Harus Melek Digital
Komisi IV DPRD Gresik juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program literasi digital. Menurut Pondra, pengawasan diperlukan agar program benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran.
DPRD ingin program literasi digital tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan. Namun, juga menjangkau pelajar dan komunitas pemuda di desa-desa.