SIER Tebus Ijazah Tertahan, Harapan Kakak Beradik Kembali Terbuka

Rabu 03-06-2026,17:00 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Thoriq S Karim

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Bagi sebagian orang, dokumen itu mungkin hanya lembaran kertas yang menandai berakhirnya masa sekolah. Namun bagi kakak beradik asal Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, ijazah memiliki arti jauh lebih besar.

Mereka bernama Aulia Nuri dan Annisa Maulida. Dokumen itu menjadi pintu yang selama ini tertutup akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Harapan yang sempat tertunda itu akhirnya terbuka. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota Holding BUMN Danareksa, membantu menebus ijazah keduanya yang tertahan di sekolah karena persoalan administrasi.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Balai Kelurahan Kutisari, Rabu, 3 Juni 2026.

BACA JUGA:SIER dan Holding BUMN Danareksa Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga Sekitar Kawasan Industri


SIER hadir untuk membantu menuntaskan persoalan yang tersisa-Dokumentasi SIER-

Bantuan ini menjadi awal bagi Aulia dan Annisa untuk kembali menata mimpi mereka melalui program pendidikan Kejar Paket C.

Di balik bantuan tersebut terdapat proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Berawal dari penjangkauan yang dilakukan Kelurahan Kutisari bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Dari penjangkauan itu didapat informasi kedua bersaudara itu hidup kondisi ekonomi yang serba terbatas di sebuah rumah kos.

Pendampingan kemudian dilakukan hingga komunikasi dengan pihak sekolah dibangun. Hasilnya, sekolah memberikan keringanan terhadap tunggakan administrasi yang ada. 

BACA JUGA:SIER Angkat Kupu-Kupu Robotik Karya Mahasiswa ITS

BACA JUGA:KI Jatim Sebut SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur

Dari titik itulah kolaborasi semakin menguat dan SIER hadir untuk membantu menuntaskan persoalan yang tersisa.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT SIER Lussi Erniawati menegaskan pendidikan merupakan pondasi penting bagi masa depan generasi muda. 

Karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.

Kategori :