Paradoks itu terjadi berulang kali di banyak tempat, baik di negara maju maupun berkembang. Alasan kelima menyangkut aspek agama dan budaya. Di negara seperti AS ada beberapa kelompok ortodoks yang menolak imunisasi dalam berbagai bentuknya.
Dahulu alasan itu diterima dengan baik dan pemerintah melakukan penyesuaian aturan. Namun, pada saat pandemi, terjadi banyak perubahan sehingga untuk kepentingan banyak orang beberapa alasan pribadi menyangkut agama dan budaya tersebut bisa dibatalkan. (*)
*) Dominicus Husada, guru Besar dalam ranting ilmu Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dari FK Unair/RSUD dr Soetomo, Surabaya.