Kotoran Anjing Berubah? Ini Tanda yang Harus Segera Dibawa ke Dokter Hewan

Senin 08-06-2026,14:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Pemilik hewan peliharaan sering kali mengandalkan perubahan perilaku dan kondisi fisik.

Tujuannya untuk mengetahui kesehatan anjing mereka. Salah satu indikator yang kerap luput diperhatikan adalah kondisi kotoran atau feses.

Dilansir Huffpost, dokter hewan menyebut warna, tekstur, hingga frekuensi buang air besar dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan.

Secara umum, frekuensi buang air besar anjing berbeda-beda pada setiap individu. Faktor seperti usia, pola makan, hidrasi, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan dapat memengaruhi pola tersebut.

BACA JUGA:Di Tiongkok Lagi Booming Sekolah Elite Khusus Anjing, SPP-nya Bisa Tembus Rp27 Juta per Bulan

BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

Meski demikian, sebagian besar anjing biasanya buang air besar selama satu hingga dua kali dalam sehari.


Salah satu tanda gangguan kesehatan serius pada anjing adalah munculnya darah pada kotoran.-Ale Zuniga-pexels.com

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya darah pada kotoran. Kondisi itu memang tidak selalu berarti penyakit serius.

Tetapi bisa berkaitan dengan stres, perubahan makanan, konsumsi benda asing seperti tulang atau batu, infeksi parasit, hingga gangguan yang lebih berat.

Jika anjing masih aktif, makan dan minum normal, pemilik disarankan berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter hewan. Demi menentukan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.

BACA JUGA:10 Superfood Aman untuk Anjing, Dukung Kesehatan Harian hingga Imunitas

BACA JUGA:Makna Kibasan Ekor Anjing, Sarana Interaksi dan Komunikasi

Selain itu, warna kotoran yang gelap pekat atau menyerupai aspal juga perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut dapat menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas.

Namun, penyebab lain seperti efek obat antiinflamasi, tukak lambung, peradangan, atau konsumsi benda asing juga dapat memicu gejala serupa.

Kategori :