Diare juga menjadi salah satu keluhan yang cukup umum. Terutama pada anak anjing. Ada beberapa kecenderungan yang perlu diperhatikan.
Seperti jika diare berlangsung lebih dari satu hingga dua hari, disertai darah, warna gelap, atau anjing mulai kehilangan kontrol buang air di dalam rumah, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
BACA JUGA:Prabowo Hadiahi Toto, Anjing Kesayangan PM Albanese Kaos Merah Putih dan Tali
BACA JUGA:Keluarga Osbourne Kembali Berduka, Elvis Si Anjing Kesayangan Meninggal Dunia
Dokter hewan juga menyarankan pemilik lebih waspada. Terutama jika melihat anjing tampak mengejan saat buang air besar atau mengalami sembelit.
Meski sembelit relatif jarang terjadi pada anjing dibanding kucing, kondisi tersebut dapat menjadi tanda dehidrasi. Atau adanya sumbatan pada saluran pencernaan.
Perubahan lain yang patut diamati adalah munculnya lendir pada kotoran. Lendir dapat mengindikasikan iritasi pada usus besar. Itu sering kali muncul bersama gejala lain seperti diare atau darah.
Meski tidak selalu berbahaya, kondisi tersebut dapat membantu dokter menentukan lokasi gangguan di saluran pencernaan.
Warna kotoran anjing yang gelap pekat atau menyerupai aspal perlu mendapat perhatian. Bisa jadi itu gangguan kesehatan. --freepik.com
BACA JUGA:Kegemaran Memelihara Anjing atau Kucing Bisa Mengungkap Sisi Psikologis Pemeliharanya
BACA JUGA:Studi: Tatapan Anak Anjing Ungkap Koneksi Lebih Dalam antara Anjing dan Manusia
Para ahli mengingatkan bahwa sesekali perubahan warna atau bentuk kotoran masih bisa dianggap normal.
Namun, perlu waspada jika perubahan berlangsung terus-menerus. Atau muncul bersamaan dengan gejala lain.
Seperti muntah, lemas, kehilangan nafsu makan, atau perubahan perilaku. Saat itulah pemilik dianjurkan segera membawa hewan peliharaan ke dokter hewan.
Pemeriksaan lebih awal sangatlah penting. Demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup anjing dalam jangka panjang. (*)