HARIAN DISWAY - Air selama ini dikenal sebagai komponen paling penting bagi kehidupan. Sekitar 70 persen permukaan bumi tertutup air.
Sementara tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 persen air. Namun, perannya dalam kesehatan dan pemulihan tubuh sering kali kurang mendapat perhatian.
Belakangan, hidroterapi atau terapi menggunakan air kembali populer. Sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat.
Dilansir berbagai sumber, praktik itu mulai banyak digunakan kembali. Karena dianggap mampu mendukung relaksasi dan pemulihan tubuh.
BACA JUGA:Cara Berhenti Merokok dalam 30 Hari Tanpa Stres dengan Terapi Pengganti Nikotin Alami
BACA JUGA:Kembali ke Masa Kecil Lewat Warna, Workshop Mewarnai di Kartini Fest Unair Jadi Terapi Emosional
Hidroterapi memiliki manfaat untuk membantu relaksasi. --magnific.com
Konsep memanfaatkan air untuk terapi sebenarnya bukan hal baru. Pada masa Romawi kuno, misalnya.
Pada era tersebut, kompleks pemandian tidak hanya digunakan untuk bersantai. Tetapi juga menjadi bagian dari perawatan kesehatan.
Tradisi Ayurveda dan naturopati di India sejak lama memanfaatkan terapi berbasis air. Tujuannya untuk membantu detoksifikasi, mengurangi rasa nyeri, serta menjaga kebugaran tubuh.
Kini, seiring munculnya sejumlah penelitian modern, hidroterapi kembali mendapat perhatian. Bahwa terapi air memiliki beragam manfaat kesehatan.
BACA JUGA:Manfaat Terapi Musik, Efektif untuk Rehabilitasi Fisik dan Emosional
BACA JUGA:Berkenalan dengan Terapis Musik dalam Peringatan World Music Therapy Week di GKT Hosana
Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan pada 2024 dalam Journal of Clinical Rheumatology, misalnya. Studi tersebut menunjukkan hidroterapi berpotensi membantu penderita arthritis, fibromyalgia, serta nyeri kronis.
Terapi itu dinilai dapat melengkapi pengobatan konvensional. Juga meningkatkan kenyamanan serta mobilitas seseorang.