14 Poin Draf MoU Damai dengan AS Versi Media Iran

Sabtu 13-06-2026,13:57 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut telah menyepakati poin-poin dalam draf nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Menlu Iran Abbas Araghchi dalam unggahan di X (sebelumnya twitter) pada Sabtu, 13 Juni 2026. 

Media Iran, Mehr News Agency merilis 14 poin MoU tersebut yang mereka kutip dari "sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran." Dokumen ini memberikan gambaran publik paling mendetail mengenai poin-poin yang sejauh ini dibahas untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Berikut adalah 14 poin yang tertuang di dalam draf MoU tersebut berdasarkan versi media Iran:

BACA JUGA:PM Pakistan: MoU AS dan Iran Semakin Dekat, Ada yang Coba Sabotase Perdamaian

BACA JUGA:Bocoran Draf MoU AS-Iran: Pencairan Aset, Pembukaan Selat Hormuz, hingga Penundaan Isu Nuklir

1. Penghentian Perang di Semua Lini: Penghentian perang secara permanen dan segera di semua lini, termasuk di Lebanon.

2. Penghormatan Kedaulatan: Komitmen AS untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.

3. Pencabutan Blokade Laut: Pencabutan penuh blokade laut dalam waktu 30 hari.

4. Penarikan Pasukan Militer: Komitmen AS untuk menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran.

5. Pengelolaan Selat Hormuz: Pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan dari pihak Iran.

6. Penangguhan Sanksi Ekonomi: Penangguhan sanksi atas penjualan minyak, produk petrokimia, beserta turunannya, serta pemberian akses penuh bagi Iran terhadap sumber daya finansialnya.

BACA JUGA:AS Jatuhkan Drone Iran di Selat Hormuz, Pembicaraan Damai Dekati Kesepakatan

BACA JUGA:AS Akan Sedot Aset-Aset Iran untuk Bayar Kerusakan Perang di Negara-Negara Teluk

7. Dana Rekonstruksi: Rencana rekonstruksi yang harus disediakan oleh AS dan sekutunya dengan nilai total minimal USD 300 miliar.

Kategori :