Menanti Danantara di Kandang Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu 20-06-2026,20:35 WIB
Oleh: Teddy Afriansyah*

Lembaga ekonomi bentukan anyar justru berpotensi berubah wujud sebagai beban pundi keuangan negara. Membangun fondasi kemandirian usaha level terbawah tentu butuh napas panjang berkesinambungan. Mencetak laba bermodal struktur sosial awam sungguh bukan urusan membalik telapak tangan belaka.

Menanti Kesiapan sang Raksasa

Persoalan bertambah rumit ketika membicarakan peran sentral badan raksasa pengelola investasi negara. Entitas bernama Danantara digadang menjadi malaikat penolong sekaligus penyerap utama hasil bumi perdesaan. 

BACA JUGA:Hatta dan Danantara

BACA JUGA:Menggugat Independensi BPI Danantara

Konsep integrasi hulu menuju hilir terdengar sungguh sempurna bagaikan alunan simfoni kelas dunia. Koperasi bertindak sebagai pengepul hasil panen warga sekitar dengan harga sangat layak. 

Kemudian, sang raksasa investasi hadir memborong seluruh produk demi dipasarkan ke ranah global bermodal jaringan luas. Skema bisnis impian tersebut menjanjikan kesejahteraan tiada tara bagi kaum pekerja kasar tanah air. 

Petani cukup berfokus merawat tanaman tanpa perlu merisaukan fluktuasi harga tengkulak nakal pengisap keringat rakyat jelata.

Kenyataan di lapangan sering kali bertolak belakang dengan cetak biru perencana kebijakan. Kesiapan ekosistem sang raksasa menampung limpahan produk desa belum terlihat bentuk tegaknya. 

Petani tulen masih harus memeras otak menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi setiap menjelang musim tanam tiba. Badan pengelola dana investasi tampaknya masih asyik berkutat membenahi fondasi kelembagaan internal tiada akhir. 

BACA JUGA:Danantara: Lompatan Besar atau Sekadar Mimpi Besar?

BACA JUGA:BPI Danantara: Lembaga Pengepul Dana atau Birokrasi Investasi Baru?

Apabila sinkronisasi antarlembaga urung terwujud sempurna, produk hasil jerih payah warga berisiko menumpuk busuk tanpa pembeli pasti. Koperasi desa malah berpotensi menanggung kerugian beruntun akibat macetnya saluran penjualan komoditas pertanian unggulan. 

Sinergi absolut wajib segera dibentuk agar mimpi besar tidak sekadar berujung angan kosong semata.

Ujian Kultur Bumi Majapahit

Peluncuran perdana program mercusuar mengambil titik kumpul wilayah Nganjuk berlokasi strategis. Pemilihan area pendaratan perdana sungguh merupakan keputusan sangat taktis. Wilayah berjuluk Bumi Anjuk Ladang selalu menjadi barometer pergerakan perekonomian akar rumput tahan banting. 

Kategori :