BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Bangunan Lebih Aman, Standardisasi Rumah hingga Gedung Bertingkat
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih melalui kerja sama antara eksekutif dan legislatif sepanjang tahun 2025 perlu menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik.
Noto menegaskan bahwa setiap program yang telah dirancang harus diterjemahkan secara nyata dalam indikator kinerja perangkat daerah sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Manfaat pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Gresik. Dengan memperhatikan hasil pembahasan tim anggaran, kami menekankan komitmen bersama untuk terus menyempurnakan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel,” pungkasnya.
Di sisi lain, Pemkab Gresik menutup Tahun Anggaran 2025 dengan capaian fiskal yang positif. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pembangunan, pemerintah daerah berhasil membukukan surplus anggaran sebesar Rp 362,99 miliar serta mencatatkan total aset mencapai Rp7,83 triliun.
PEDAGANG PASAR Sidayu menggelar dagangannya. Penganggaran yang baik juga memperhatikan asas kemanfaatan bagi warga.-Moch Sahirol Layeli-
Capaian tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Gresik terkait penyampaian nota keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada 10 Juni 2026.
Berbagai catatan dan rekomendasi yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna tersebut diharapkan menjadi pijakan bersama bagi DPRD dan Pemkab Gresik untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, meningkatkan efektivitas pembangunan, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat pada tahun-tahun mendatang. (*)