Evil Dead Burn tayang tanpa sensor di Indonesia, mulai 17 Juni 2026. Foto: Salah satu adegan Evil Dead Burn yang mengerikan.-Warner Bros.-
Namun, suasana tenang itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Ketika satu per satu anggota keluarga mulai berubah menjadi Deadites, makhluk mengerikan yang dikuasai kekuatan iblis.
Pertemuan itu, yang awalnya direncanakan sebagai reuni keluarga biasa, berubah menjadi malam penuh teror. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung malah berubah menjadi arena bertahan hidup.
BACA JUGA:Sinopsis Film Scary Movie 6, Wayans Brothers Parodikan Longlegs Hingga Sinners
BACA JUGA:6 Pemain Film Scary Movie 6: Skuad Orisinal Reuni, Ada Anna Faris dan Wayan Bersaudara
Di tengah kekacauan itu, sang wanita harus menghadapi kenyataan pahit bahwa janji yang pernah ia ucapkan semasa hidup ternyata masih terus mengikat, bahkan setelah kematian.
Dengan premis seperti itu, Evil Dead Burn tampaknya tidak hanya menawarkan horor berdarah-darah. Tapi juga drama emosional yang membuat ceritanya terasa lebih kuat.
Perpaduan antara duka, keluarga, dan teror iblis inilah yang membuat film ini semakin menarik untuk dinantikan.
Evil Dead Burn tayang tanpa sensor di Indonesia, mulai 17 Juni 2026. Foto: Salah satu adegan Evil Dead Burn. -Warner Bros.-
Bagi para pencinta film horor, terutama yang menyukai tontonan ekstrem dan penuh ketegangan, Evil Dead Burn jelas menjadi salah satu film yang wajib masuk daftar tonton.
BACA JUGA:Sinopsis Backrooms, Teror Labirin Kuning Tanpa Batas dari Fenomena Viral
BACA JUGA:5 Pemain Film Backrooms, Ada Nomine Oscar hingga Aktris Keturunan Indonesia
Apalagi, versi yang hadir di Indonesia adalah uncut tanpa sensor. Sehingga penonton bisa menikmati pengalaman horor yang lebih utuh dan sesuai versi aslinya.
Evil Dead Burn dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 Juli 2026. Jadi, siapkan mentalmu jika ingin menyaksikan babak baru Evil Dead yang disebut-sebut lebih brutal, lebih gelap, dan lebih menegangkan dari sebelumnya. (*)
*)Mahasiswa Magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya