"Kalau dipaksakan dimenangkan, proyek bisa mangkrak karena selisihnya terlalu jauh," katanya.
BACA JUGA:DPRD Gresik Gagas Sinergi Wujudkan Destinasi Wisata Nasional
BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Pelaku Usaha Kantongi Sertifikat Halal
Persoalan lainnya adalah ditemukannya dukungan pabrikan yang tidak sesuai setelah dilakukan proses verifikasi silang oleh tim pengadaan.
Selain itu, tidak sedikit kontraktor yang dinilai belum memiliki kesiapan modal untuk melaksanakan pekerjaan apabila memenangkan tender.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu praktik jual beli proyek setelah pemenang tender ditetapkan.
Hamdi mengakui kondisi tersebut membuat kontraktor lokal yang memiliki keterbatasan modal kesulitan bersaing dengan perusahaan besar.
Akibatnya, hanya segelintir perusahaan yang berulang kali memenangkan tender proyek pemerintah.
Sementara itu, Dinas PUTR Gresik sebelumnya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur tahun ini.
Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti menyebut keterbatasan anggaran sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan sejumlah program pembangunan dan pemeliharaan.
"Terus terang anggaran kemarin memang kurang," ujarnya dalam kesempatan sebelumnya.
Sedangkan Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro memastikan sebagian besar proyek fisik yang saat ini berjalan ditargetkan selesai pada November mendatang.
Menurutnya, banyak pekerjaan menggunakan konstruksi aspal sehingga tahapan akhir pengerjaan relatif lebih cepat dilakukan.
"Rata-rata proyek kami ditargetkan selesai November karena banyak pekerjaan berstruktur aspal," jelasnya seperti dikutip sejumlah media.
Bagi masyarakat, persoalan tender gagal bukan sekadar urusan administrasi dan angka-angka APBD.
Di balik proses pengadaan yang tersendat, ada jalan yang belum diperbaiki, irigasi yang belum dinormalisasi, hingga saluran air yang masih menunggu penanganan.