Deretan kabin tamu di sisi timur dan barat membentuk siluet atap bergerigi. Itu yang menjadi ciri khas kompleks tersebut.
Ruang makan menggunakan dinding kaca penuh. Sehingga menghadirkan pemandangan langsung ke alam sekitar.
BACA JUGA:Toko Buku dengan Arsitektur Bergaya Terbuka di Kopenhagen, Dekatkan Dunia Desain kepada Publik
Sementara itu, aula utama dirancang lebih privat. Melalui lapisan kayu yang mengurangi cahaya. Sekaligus membatasi pandangan dari halaman tengah.
Koridor kayu mengelilingi halaman maupun bagian luar bangunan. Area tersebut berfungsi sebagai serambi, jalur penghubung, sekaligus ruang transisi.
Struktur itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Terutama ketika berpindah dari satu area ke area lain.
Bagian luar bangunan menggunakan kayu hitam dan tembaga. Materi itu dipilih karena punya kekhasan. Yakni mampu berubah secara alami seiring bertambahnya usia.
Bagian interior Sanctum dilapisi kayu berwarna pucat. Menambah kesan klasik dan alami.-Leonas Garbačauskas-dezeen.com
BACA JUGA:Boathouse Beratap Ilalang di Suffolk, Padukan Arsitektur Tradisional dan Tahan Banjir
BACA JUGA:5 Sentuhan Dekorasi Earthy Bikin Rumah jadi Hangat dan Menenangkan
Sementara interiornya didominasi kayu berwarna terang. Dengan kolom dan balok kayu yang dibiarkan terekspos.
Di sisi barat daya kawasan, Arches juga membangun Herb Villas. Yaitu tujuh unit apartemen tambahan. Semuanya menghadap langsung ke kawasan hutan.
Setiap unit memiliki teras terbuka. Sehingga penghuni dapat menikmati suasana alam. Bahkan terasa sangat dekat.
Sanctum dan desain sederhana. Itu menjadi contoh bagaimana arsitektur modern dapat mendukung ketenangan, relaksasi, dan pengalaman terapi alam. Tanpa mendominasi keindahan lingkungan di sekitarnya. (*)