Inilah akibat cemburu. Bidan RSUD Besuki, Situbondo, Murtafia Rafika Devi, 32, dibunuh suaminyi, Ahmad Rizky, 32. Kejadian itu direkonstruksi pada Selasa, 21 Juli 2026. Cara bunuh, korban dipukul, kena rahang. Saat korban jatuh, kepalanyi ditimpa batu besar.
CEMBURU bagai batang pohon bercabang dua. Pertama, tanda sayang. Kedua, jadi bahan bakar marah, berakibat agresi yang bisa berkembang jadi pembunuhan. Di kasus itu, efeknya pada nomor dua.
Rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman Mapolres Situbondo itu dipimpin polisi serta disaksikan jaksa dan kuasa hukum pelaku, Atik Kristiana. Tersangka Rizky memperagakan 26 adegan.
Atik kepada wartawan mengatakan, ”kami mengawal jalannya proses hukum untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Antara lain, menyangkut hak tersangka.”
Kasus semacam itu sangat sering terjadi di Indonesia. Juga, internasional. Sebab, semua orang dewasa yang jatuh cinta pasti pernah cemburu. Sebagian besar mereka bisa menguasai emosi sehingga tak terjadi pelanggaran hukum. Sebagian lainnya berakhir dengan pembunuhan.
BACA JUGA:Bidan RSUD Besuki Dimakamkan di Desa Blitok: Solusi Hadapi Penderita Sindrom Othello
Maka, simaklah konstruksi perkara ini, demikian:
Rizky-Rafika menikah pada 2018. Mereka mukim di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jatim. Mereka dikaruniai dua anak. Si sulung usia SD, adiknya masih balita.
Rafika bidan. Pekerjaan Rizky tidak jelas. Polisi cuma menjelaskan, saat ditangkap polisi, ia diperiksa urine, terbukti mengandung amfetamin, atau ia mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.
Sabtu sore, 6 Juni 2026, Rizky naik motor menjemput Rafika di tempat kerja di RSUD Besuki. Lantas, Rafika diboncengkan meninggalkan RSUD Besuki.
Berdasar pengakuan Rizky kepada polisi, dalam perjalanan, pasutri itu cekcok. Soal dugaan Rizky bahwa Rafika selingkuh. Namun, Rizky tidak bisa membuktikan bahwa istrinya selingkuh. Rizky cemburu. Istrinya membantah tuduhan itu. Terjadi cekcok.
Kemudian, motor dihentikan di jalan raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Itu jalan besar, bagian dari akses jalan raya utama pesisir utara (pantura) yang membentang di wilayah paling barat Kabupaten Situbondo.
Motor berhenti, Rizky turun, ia meninju istrinya. Pukulan kena rahang, Rafika jatuh. Saat Rafika hendak bangkit, Rizky sudah mengambil batu besar di pinggir jalan. Batu ditimpakan ke kepala korban. Bruuuk… Cuma sekali hantaman, korban tak bergerak lagi. Tengkorak korban remuk.
Sebenarnya itu di pinggir jalan yang ramai lalu lintas kendaraan. Mungkin, tak ada pengendara kendaraan yang memperhatikan. Juga, tak ada pejalan kaki yang lewat situ.
Selanjutnya, Rizky menyeret tubuh korban ke pinggir jalan. Menuju selokan besar. Tubuh korban dibuang ke selokan. Pas. Muat sebadan manusia. Lalu, Rizky mengambil dedaunan kering di sekitarnya untuk menutupi mayat istrinya. Ia pun kabur.