Beda Gejala Influenza A, Flu Biasa, dan ISPA, Kapan Wajib Tes Usap?

Beda Gejala Influenza A, Flu Biasa, dan ISPA, Kapan Wajib Tes Usap?

Influenza tipe A termasuk penyakit akibat infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan--freepik.com

HARIAN DISWAY - Batuk, pilek, dan demam menjadi gejala umum yang menyertai flu. Entah itu flu biasa, Influenza A, atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ketiganya sama-sama menyerang saluran pernapasan. Namun, penyebab dan tingkat keparahannya berbeda.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menuliskan bahwa flu biasa (common cold) dan Influenza A sama-sama tergolong infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Hanya saja, jenis virus dan gejalanya tidak sama.

Perbedaan tersebut penting diketahui karena berkaitan erat dengan penanganan medisnya. Tanpa diagnosa yang tepat, penanganan terhadap pasien juga tidak akan maksimal. Termasuk, perlu tidaknya menjalani tes usap (swab) medis.

Memahami ciri khas masing-masing kondisi bisa membantu siapa saja mengambil keputusan lebih cepat, tanpa perlu panik berlebihan atau justru menyepelekan gejala yang muncul. Berikut penjelasan lengkapnya.

BACA JUGA:Perlukah Vaksinasi Influenza?

BACA JUGA:Waspada Influenza Tipe A, Kenali Gejala Dan Cara Pencegahannya

Apa itu Flu Biasa, Influenza A, dan ISPA?

Flu biasa atau common cold adalah infeksi ringan pada saluran pernapasan atas. Penyebabnya beragam. Namun, rhinovirus merupakan paling sering ditemukan pada kasus flu biasa.

Influenza A berbeda karena disebabkan oleh virus influenza, yang juga mencakup subtipe Influenza B. Virus tersebut lebih agresif dan menjadi salah satu penyebab utama epidemi musiman di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sementara itu, ISPA merupakan istilah yang lebih luas. Menurut World Health Organization (WHO), ISPA adalah penyakit menular pada saluran pernapasan atas maupun bawah yang tingkat keparahannya bervariasi. Mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang bisa mengancam nyawa, tergantung jenis patogen penyebabnya.

Dengan kata lain, baik flu biasa maupun Influenza A sebenarnya termasuk dalam kelompok besar ISPA, khususnya ISPA ringan yang menyerang saluran pernapasan bagian atas.

BACA JUGA:Fenomena Bediding Picu Flu karena Penurunan Suhu Ekstrem, Benarkah?

BACA JUGA:Perbedaan Flu Biasa Dan Superflu, Waspada Penyebaran di Musim Hujan

Perbedaan Gejala yang Perlu Dikenali


GEJALA mirip flu atau influenza belum tentu disebabkan oleh virus yang sama. Tidak semuanya adalah flu biasa atau common cold. -istock-

Meski sama-sama menyerang saluran pernapasan, ketiga kondisi tersebut memiliki pola kemunculan gejala yang berbeda.

Flu Biasa (Common Cold)

  • Muncul secara bertahap dalam dua hingga tiga hari
  • Gejala utama berupa hidung tersumbat atau berair, bersin, dan sakit tenggorokan ringan
  • Demam jarang terjadi atau hanya ringan
  • Umumnya sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari

Influenza A

  • Gejala muncul tiba-tiba, biasanya dalam dua hingga tiga hari setelah terpapar virus
  • Ditandai demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan yang berat
  • Bisa disertai batuk kering, sakit tenggorokan, serta pilek
  • Pemulihan membutuhkan waktu lebih lama, dari beberapa hari hingga dua minggu

ISPA 

  • Cakupan gejalanya lebih luas karena bisa menyerang saluran napas atas maupun bawah
  • Ditandai demam, batuk, pilek, hingga napas yang lebih cepat dari biasanya
  • Bila sudah menyerang saluran napas bawah, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas atau tarikan dinding dada, tanda yang mengarah pada pneumonia

BACA JUGA:Anak Sedang Flu? Ini Cara Merawatnya dengan Tepat

BACA JUGA:Tetap Prima saat Pancaroba: Tips Efektif Hindari Flu dan Panas Dalam

Satu hal yang membedakan Influenza A secara jelas adalah kecepatan munculnya gejala. Flu biasa berkembang perlahan, sedangkan Influenza A umumnya datang mendadak dan membuat penderitanya merasa jauh lebih lemas dibanding common cold.

Mengapa Sering Tertukar?


SUPERFLU subclade K influenza A relatif lebih sulit untuk dikenali dari gejalanya.  --istock

Gejala awal ketiga kondisi ini memang mirip, mulai dari batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan. Kondisi inilah yang membuat banyak orang kesulitan membedakan flu biasa, Influenza A, atau ISPA hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.

Kemiripan gejala ini juga membuat diagnosis berdasarkan pengamatan saja menjadi kurang akurat, terutama saat musim penularan penyakit pernapasan sedang tinggi.

Pada situasi seperti ini, beberapa jenis virus pernapasan bisa beredar bersamaan sehingga makin sulit dibedakan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:Tip Sederhana Supaya Sembuh dari Flu Tanpa Obat Berlebihan

BACA JUGA:Kenapa Ingus Berubah Jadi Kuning Saat Flu? Begini Penjelasannya!

Kapan Wajib Melakukan Tes Usap Medis?


ILUSTRASI meningkatnya pembelian obat di apotek-apotek karena meningkatnya flu. --Freepik

Tidak semua orang yang mengalami gejala flu perlu langsung menjalani tes usap. Sebagian besar kasus flu biasa maupun Influenza A ringan bisa membaik dengan istirahat cukup dan penanganan gejala di rumah.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang membuat tes usap medis menjadi penting untuk dilakukan. Pertimbangkan untuk tes usap medis jika mendapati hal-hal berikut ini:

  1. Gejala muncul tiba-tiba dan berat, seperti demam tinggi disertai menggigil dan nyeri otot hebat
  2. Termasuk kelompok berisiko tinggi, misalnya lansia, ibu hamil, anak kecil, atau orang dengan penyakit penyerta seperti asma, diabetes, dan gangguan jantung
  3. Gejala tidak membaik setelah beberapa hari, atau justru memburuk seiring waktu
  4. Muncul tanda sesak napas, napas cepat, atau nyeri dada
  5. Membutuhkan kepastian diagnosis untuk pertimbangan obat antivirus, yang paling efektif bila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul

Tes usap juga direkomendasikan bagi pasien yang perlu dirawat di rumah sakit, karena hasil pemeriksaan membantu tenaga medis menentukan penanganan yang tepat tanpa harus menunggu terlalu lama.

BACA JUGA:7 Trik Ampuh Mengatasi Hidung Kering Saat Demam

BACA JUGA:Bahaya Minum Es hingga Mandi saat Demam, Ini Fakta Ilmiah di Balik Mitos Kesehatan

Beberapa fasilitas kesehatan kini juga menyediakan tes gabungan yang bisa mendeteksi Influenza A, Influenza B, hingga virus pernapasan lain sekaligus dalam satu kali pengambilan sampel.

Jangan Anggap Remeh Gejala yang Memburuk

Membedakan flu biasa, Influenza A, dan ISPA memang tidak selalu mudah hanya dari gejala yang terlihat. Namun, mengenali pola dan kecepatan munculnya gejala bisa menjadi langkah awal untuk menentukan apakah kondisi tersebut cukup ditangani di rumah atau perlu diperiksakan ke tenaga medis.

Jika demam tinggi, sesak napas, atau gejala tak kunjung membaik dalam beberapa hari, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya lewat tes usap. Sudahkah Anda memperhatikan gejala yang sedang Anda rasakan hari ini? (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber