Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan akan dibekali perangkat telemedicine untuk mendukung pelayanan. Teknologi tersebut memungkinkan petugas melakukan konsultasi secara langsung melalui panggilan video dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis apabila pasien memerlukan penanganan lebih lanjut.
BACA JUGA:Nakes Mangli Datangi Rumah Pasien, Layanan Kesehatan Jember Makin Dekat
BACA JUGA:Gus Fawait Targetkan Food Street Jember Rampung Akhir Tahun
Dengan sistem tersebut, proses diagnosis dan penanganan awal diharapkan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan perawatan lanjutan, nakes akan mendampingi hingga proses rujukan ke puskesmas maupun rumah sakit berjalan dengan baik.
"Warga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut akan kami kawal sampai mendapatkan pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit rujukan," tegas Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, tenaga kesehatan, maupun media agar pelaksanaan program Homecare terus mengalami penyempurnaan.
Setiap kebijakan baru membutuhkan proses evaluasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Namun demikian, komitmen pemerintah daerah tetap sama, yakni menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Program Homecare diharapkan menjadi inovasi pelayanan kesehatan yang mampu memperluas akses layanan medis hingga ke rumah warga. Selain itu, memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember. (*)