Di tingkat lokal, turnamen itu memperkuat hubungan antarwarga melalui kegiatan nonton bareng, gotong royong, dan komunikasi sehari-hari. Di tingkat global, Piala Dunia menghadirkan rasa kebersamaan yang melampaui batas-batas politik dan geografis.
Oleh karena itu, Piala Dunia layak dipahami bukan hanya sebagai pesta olahraga, melainkan juga sebagai ruang pembentukan kohesi sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat modern. (*)
*) Purnawan Basundoro adalah guru besar sejarah Universitas Airlangga, Surabaya.