Sudah waktunya kita belajar dari filosofi laba-laba. Diam tidak berarti pasrah. Menunggu tidak berarti malas. Membaca getaran tidak berarti takut. Kita bisa menjadi pemain di panggung ini. Tanpa harus menjadi agresif. Tanpa harus menjadi manipulatif. Dengan langkah-langkah kecil yang kokoh.
Mulai dari sekarang. Putus ketergantungan pada minyak asing. Manfaatkan energi kita sendiri. Bangun infrastruktur digital yang berdaulat. Latih sumber daya manusia yang tangguh. Karena pertarungan laba-laba ini tidak akan pernah berhenti.
Tapi, kita bisa mengubah posisi kita. Dari penonton. Menjadi pemain utama. Dari lalat yang terperangkap tak berdaya. Menjadi laba-laba yang memintal jaring pemasang jebakan. (*)