SEGTA 2026 Usung 12 Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Energi Hijau ke Gili Iyang

Jumat 31-07-2026,14:03 WIB
Reporter : Rachma Alifia Emeraldi*
Editor : Indria Pramuhapsari

SEGTA 2026 terintegrasi dengan Airlangga Community Development Hub dalam upaya mencapai serangkaian poin Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut juga menghasilkan output berupa publikasi ilmiah dan kerja sama internasional dengan perguruan tinggi mitra. Sesuai harapan kampus, SEGTA 2026 harus bisa menjadi program berkelanjutan.

BACA JUGA:Viral Dosen Unair Adukan Gaji Rp2,6 Juta di Sidang MK, Sudah Mengajar Belasan Tahun dan Bergelar Doktor

BACA JUGA:Virtual Project Exhibition Unair: Kolaborasi Teknologi dan Bahasa, Selipkan Reading Comprehension dalam Gim

Sebagai rektor, Madyan menyambut baik SEGTA 2026. Ia menyebutnya sebagai bentuk komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Selain SEGTA 2026, Unair memiliki berbagai program internasional lainnya, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

"KKN Internasional itu sudah kita laksanakan di beberapa negara, seperti Malaysia, Australia, Taiwan, China, Thailand, Jepang, Korea, hingga Belanda. Intinya Universitas Airlangga ingin berdampak kepada masyarakat, baik secara nasional maupun internasional," paparnya.

Melalui SEGTA 2026, FTMM UNAIR berharap kolaborasi bersama mahasiswa dan perguruan tinggi dari berbagai negara dapat terus berkembang.

Program itu juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di Gili Iyang, tetapi juga dapat memperkuat penerapan energi berkelanjutan dan teknologi hijau. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa

Kategori :